Posdaya Nurul Khasanah Berikan Pinjaman Modal Tanpa Bunga Untuk Warga Sumbermulyo

MALANG — Bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Posdaya Masjid Nurul Khasanah yang berlokasi di Dusun Sumbermulyo, Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang mampu memberikan pinjaman modal tanpa bunga kepada masyarakat.

Ketua Posdaya Nurul Khasanah, Joko Chaliq mengatakan bahwa tujuan diajukannya pinjaman modal tanpa bunga tersebut adalah memberikan kesempatan kepada warga untuk memulai maupun mengembangkan usahanya.

“Kami dari Posdaya Nurul Khasanah bekerjasama dengan lembaga UMKM di UIN Malang, memberikan pinjaman modal tanpa bunga dan sifatnya sangat fleksibel. Dalam artian waktu nanti ada pencairan pada Juli. Sementara pada Desember baru melakukan angsuran pertama,” jelasnya kepada Cendana News.

Namun begitu, meskipun peminjaman modanya tanpa bunga tetapi Joko selalu menganjurkan kepada warganya untuk berinfak ketika mengembalikan uang pinjamannya. Jumlah besaran infak yang diberikan sifatnya fleksibel sesuai denga keikhlasan mereka masing-masing dan tidak ada paksaan.

“Di sini tidak ada bunga, tapi saya anjurkan untuk berinfak seikhlas mereka. Mau berinfak 5 ribu rupiah juga tidak apa-apa, terserah warga,” ujarnya.

Lebih lanjut Joko menyampaikan bahwa pinjaman awal yang diberikan kepada masyarakat adalah 4 juta rupiah. Itu angka maksimal yang bisa dipinjam pada awal peminjaman.

Namun setelah pengembalian dua kali peminjaman dirasa lancar dan tidak ada masalah, kedepannya warga bisa pinjam lagi lebih dari 4 juta rupiah.

Selanjutnya menurut Joko, dari hasil infak yang dibayarkan pada saat pengembalian pinjaman modal tersebut, kemudian di kumpulkan untuk di bentuk sebuah koperasi.

“Pada koperasi ini, kami khususkan untuk memberikan pinjaman kepada masyarakat yang ingin pinjam uang dengan nominal satu juta rupiah ke bawah. Dan itu pun juga tanpa ada bunga,” ungkapnya.

Menurutnya selain memberikan pinjaman tanpa bunga kepada para anggotanya, salah satu tujuan dari diadakannya Koperasi adalah untuk menghidupi berbagai kegiatan anak-anak maupun bapak-bapak yang ada di wilayah Sumbermulyo.

“Contohnya saja agar anak-anak ada semangat untuk mengaji. Mereka yang hafal bacaan doa shalat dan gerakan salatnya benar. Jika mereka melakukan hal itu kami beri mereka voucher, misalkan nominalnya lima ribu rupiah untuk dibelikan produk dari anggota posdaya yang punya usaha seperti warung. Kami sengaja kasih mereka voucher, karena kalau langsung dikasih uangnya, cenderung uangnya oleh anak-anak akan dipakai bermain playstasion,” ujarnya.

Joko menuturkan, Koperasi Posdaya sendiri baru berusia empat bulan sehingga masih perlu banyak pembenahan termasuk kemampuan Sumber Daya Manusianya (SDM) yang masih kurang mumpuni. Untuk itu Joko bersama dengan tenaga lainnya memberikan pelajaran secara perlahan kepada warga mengenai koperasi.

“Anggota koperasi saat ini yang pinjam dengan nominal di atas 4 juta rupiah sudah ada 12 orang. Sedangkan yang di bawah satu juta rupiah lima orang,” terangnya.

Sementara itu Joko merasa bersyukur karena Posdaya Nurul Khasanah sejak berdirinya pada 2015 hingga sekarang tidak ada masalah yang berarti. Baik itu kendala dari masyarakat maupun takmir masjid.

“Selama ini tidak ada kendala. Kalau pun ada setiap kendala kami anggap sebagai sumber inspirasi untuk mengembangkan diri,” pungkasnya.

Lihat juga...