Polwan Balikpapan Beri Motivasi Kebangsaan Sekolah Pinggiran

BALIKPAPAN — Menyambut HUT-69 Polwan, Kamis (24/8/2017), rombongan Wakapolres Balikpapan, Kompol Yolanda E Sebayang singgah ke RT 9, Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat.  Rencananya untuk mengunjungi dua sekolah dan memberikan bantuan kepada masyarakat setempat.

Namun, perjalanan tidaklah mudah. Meski masih satu daratan dengan Kota Balikpapan, namun akses yang lebih mudah justru lewat laut. Menggunakan kapal klotok, rombongan berangkat pukul 07.00 Wita dan sampai ke lokasi sekira pukul 07.45 Wita.

Ikut dalam rombongan, delapan orang siswa SMP Negeri 21. Salah satunya bernama Kelvin. Sehari-hari, Kelvin berangkat ke sekolah naik kapal klotok. Untuk menempuh perjalanan itu, tidak ada biaya yang keluar dari kantong orang tuanya.

“Gratis kok! Sekolah yang bayarin,” ujar Kelvin saat berada di atas kapal.

Saat siswa sekolah naik kelotok/Foto: Ferry Cahyanti.

Dari keterangan Kepala SMP Negeri 21, Afandi, jika pihak sekolah mendapat bantuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan. Melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Selama setahun, Rp60 juta digunakan khusus untuk antar jemput siswa dan guru melalui jalur laut.

“Totalnya siswa dan guru yang menggunakan kapal ada 15 orang. Dengan kondisi ini, tentu memiliki konsekuensi. Salah satunya jam masuk pelajaran. Biasanya kalau di kota masuknya jam 7 pagi, kalau di sini masuknya jam 8 pagi. Soalnya perjalanan memerlukan 45 menit. Sedangkan kapal berangkat jam 7 pagi,” beber Afandi yang ikut menggunakan jasa kapal klotok.

Termasuk delapan siswa, total ada 62 siswa yang bersekolah di SMP Negeri 21. Mayoritas merupakan anak warga RT 9 dan RT 8, Salok Cina. Perjuangan juga dilalui anak-anak yang berada di RT 8. Meski hanya berjarak kurang dari dua Kilometer. Namun jalan yang harus dilalui kadang memerlukan kerja keras.

“Kalau hujan jalannya berlumpur. Jadi harus ekstra hati-hati. Kalau tidak ya terjatuh,” lanjut Afandi.

Sementara itu, Wakapolres Balikpapan, Kompol Yolanda E Sebayang menjelaskan, jika kunjungan ini sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap kehidupan masyarakat. Melihat bagaimana Balikpapan yang dikenalnya sebagai kota metropolitan masih memiliki daerah yang sulit diakses.

“Perjalanannya memerlukan perjuangan. Namun setelah sampai disini, kami justru melihat mereka lebih bersemangat. Karena itu, kami berikan juga mereka motivasi. Biar berada di pinggiran, namun jangan mau kalah dengan yang ada di kota. Juga jangan sampai luntur kebangsaannya. Makanya kami tanamkan nilai kebangsaan dan cinta Indonesia kepada anak-anak disini,” papar Yolanda.

Dalam tempo dua jam, belasan Polwan mengajarkan para siswa di kelasnya masing-masing. Mereka diminta bernyanyi, bermain, dan melafalkan butir Pancasila. Dengan harapan tertanam sejak dini, rasa kecintaan terhadap bangsa.”Sekali lagi semangat mereka sungguh luar biasa,” tutup Yolanda.

 

Lihat juga...