Jauh dari Papua Barat, Gadis Ini Datang ke Padang Jadi Guru Garis Depan

PADANG — Indonesia yang memiliki daerah terdiri antara pulau-pulau dari Sabang sampai
Merauke. Tentu bukanlah sebuah jarak yang dekat untuk ditempuh. Namun, melalui
sejumlah jenis transportasi yang ada, daerah di Indonesia yang dipisahkan oleh pulau-pulau ini, bisa menjadi terhubung.

Kondisi demikianlah, yang membuat seorang gadis asal Desa Krooy Kabupaten Kaimana,
Provinsi Papua Barat, Sunarti Almohdar, sehingga bisa sampai ke Kota Padang, Sumatera
Barat, yang mengabdi Ranah Minang menjadi seorang Guru Garis Depan (GGD).

Meski terbilang jauh antara Papua Barat-Padang, tidak menyurutkan Sunarti untuk bisa
menciptakan generasi bangsa Indonesia yang cerdas dan berpendidikan khususnya di Ranah Minang.

Sunarti yang ditemui pada acara Penyerahan SK CPNS Guru Garis Depan dari Wakil
Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Auditorium Gubernuran menceritakan, awal keinginannya
untuk ikut sebagai GGD ingin berbagi ilmu dan pengetahuannya kepada anak-anak yang ada secara khsusus di Kabupaten Pasaman Barat, yang merupakan daerah dirinya ditugaskan.

Mengingat para GGD yang ditempat ke daerah yang tertinggal, terpencil, dan terjauh, Sunarti mengaku secara tempat yang terpencil, merupakan hal yang biasa ia jalani di Papua Barat. Sebelumnya dirinya juga telah menjadi seorang guru di salah satu SMP di Distrik Teluk Arguni Kaimana selama lima tahun.

Menurutnya, hidup di daerah terpencil di Papua Barat sudah merupakan hal lumbrah ia
jalani. Bahkan selama ia menjadi guru harus menggunakan perahu motor tempel untuk sampai ke sekolah, mengingat lokasi yang ditempuh tidak bisa menggunakan transportasi lain.

“Limatahun saya menjadi guru, menggunakan perahu motor tempel, untuk mendidikan anak-anak di Papua Barat,” ucap gadis kelahiran 30 September 1988 itu, kepada Cendana News.

Sunarti mengaku secara tempat yakni terpencil telah ia jalani sejak kecil di Papua Barat. Memang ada kendala yang ia rasakan saat ini, yaitu budaya di Minangkabau yang berbeda dengan daerah asalnya.

Apalagi, Sunarti baru pertama kali datang ke Padang, sehingga ia agak merasa gugup untuk melakukan penyesuaian. Kendati demikian, gadis berhijab itu menegaskan, kendala yang demikianlah yang membuat dirinya tertantang untuk bisa memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak di Pasaman Barat nantinya.

Sunarti juga menyatakan, keinginannya datang ke Sumatera Barat menjadi guru melalui
program GGD ini, juga mendapat dukungan penuh dari kedua orangtuanya. Dengan status
dirinya yang kini masih belum berumah tangga, mendapat kepercayaan penuh dari kedua
orangtuanya untuk lebih leluasa mengukir karir di dunia pendidikan.

Alumni Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar itu  terpilih dari salah satu ribuan pendaftar untuk menjadi GGD di tiga kabupaten di Sumbar yang tergolong teringgal, terpencil, dan terjauh. Sunarti berkomitmen untuk memberikan didikan yang terbaik untuk anak-anak yang ada Pasaman Barat.

Dengan segala pengalamannya di dunia pendidikan dinilai menjadi modalnya untuk mendidik anak-anak yang berada di daerah tertinggal, terpencil, dan terjauh yang ada di Pasaman Barat.

Gadis asal Kaimana ini berharap kahadirannya bisa diterima oleh masyarakat Minang khususnya di daerah yang akan ia tempati selama 10 tahun mendatang di Kabupaten Pasaman Barat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Burhasman juga mengatakan para GGD tersebut berasal dari sejumlah provinsi di Indonesia, di antaranya Papua, Sulawesi, Kalimantan, Aceh, dan Sumbar.

Ada sebanyak 57 guru yang disebarkan untuk tiga kabupaten, yakni 21 orang untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai, 12 orang untuk Kabupaten Pasaman Barat, dan 24 orang untuk Kabupaten Solok Selatan.

“Para GGD ini merupakan Pegawai Negeri Sipil yang mendapat tugas penempatan mendidik di tiga daerah di Sumbar selama sepuluh tahun. Mulai besok, para GGD akan langsung mulai mengajar di sekolah-sekolah yang telah ditunjuk,” jelasnya.

Burhasman berharap, para GGD tersebut dapat memberikan didikan yang terbaik, sehingga kualitas pendidikan di daerah tertinggal di Sumbar juga turut membaik.

Lihat juga...