Pengurus Berkarya Kaltim Aktif Dampingi Siswa Laksanakan PJJ

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

KALTIM – Aktivitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berbasis online yang saat ini menjadi alternatif dalam keberlangsungan proses belajar mengajar siswa selama masa pandemi Covid-19, masih menyisakan banyak persoalan dan tantangan.

Infrastruktur pendukung PJJ yang belum merata dan memadai di berbagai wilayah di Indonesia, membuat aktivitas tersebut tidak berjalan optimal. Persoalan itu pula yang banyak dialami oleh masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Sumaria Daeng Toba, Ketua DPW Partai Berkarya Kaltim, mengaku, sangat prihatin atas situasi pendidikan nasional saat ini, khususnya di Kaltim. Menurut Sumaria, masih banyak keluarga di wilayah tersebut yang kesulitan mengikuti PJJ.

“Di Kaltim ini belum semua wilayah memiliki akses internet yang bagus, apalagi di daerah terpencil seperti Kukar, Tenggarong, Berau. Oleh karena itu PJJ tidak maksimal,” kata Sumaria kepada Cendana News, Kamis (28/1/2021).

Lebih lanjut, kata Sumaria, tidak semua keluarga mengerti cara menggunakan sistem atau aplikasi penunjang PJJ. Ini juga menjadi persoalan tersendiri, mengingat sebagian masyarakat Kaltim belum akrab dengan teknologi.

“Inilah masalah yang dihadapi masyarakat kita di daerah. Oleh karena itu, penting sekali pembangunan secara merata, agar kesempatan belajar tidak hanya ada di kota tapi juga di seluruh pelosok negeri,” ungkapnya.

Sumaria menyatakan, Partai Berkarya Kaltim tidak hanya sebatas prihatin. Sejak tiga bulan lalu, para pengurus partai aktif terjun ke lapangan, melakukan pendampingan kepada sejumlah keluarga yang kesulitan mengikuti PJJ.

“Kami datang ke rumah-rumah warga, mengajarkan mereka menggunakan aplikasi zoom meeting dan google meet. Kami berusaha menjangkau mereka yang membutuhkan bantuan,” tandas Sumaria.

Saat ini, pengurus Partai Berkarya Kaltim juga tengah menggagas gerakan sosial, membantu masyarakat tidak mampu agar dapat memiliki perangkat atau pulsa sehingga bisa mengikuti PJJ.

“Ini sedang kita matangkan konsepnya. Mungkin setiap anggota bisa berdonasi, katakanlah Rp10.000 per orang, nanti hasil donasi itu kita salurkan tidak dalam bentuk uang, tapi pulsa atau handphone,” jelas Sumaria.

Di samping itu semua, Sumaria menegaskan bahwa kepengurusan Partai Berkarya Kaltim sampai saat ini masih solid berada di bawah komando Hutomo Mandala Putra (HMP) atau Tommy Soeharto. Komitmen serupa juga berlaku bagi seluruh pengurus DPD Partai Berkarya se-Kaltim.

“Saya pastikan kami semua masih solid dan padu bersama Ketua Umum HMP. Kami tidak terlalu pusing dengan konflik yang terjadi di pusat, tapi kami percaya, Partai Berkarya itu cuma satu, yaitu yang dipimpin HMP,” pungkas Sumaria.

Lihat juga...