Pertuni: Perguruan Tinggi Mitra Strategis Pemberdayaan Disabilitas

MALANG — Peran serta perguruan tinggi dalam memberdayakan penyandang disbilitas diharapkan semakin meningkat. Karena lembaga pendidikan tersebut merupakan satu wadah untuk dapat mengenyam pendidikan dalam mewujudkan cita-cita mereka.

“Pertuni selalu menganggap bahwa perguruan tinggi adalah ‘partner’ yang sangat strategis dalam pemberdayaan penyandang disbilitas, khususnya tunanetra. Karena pendidikan adalah jalan strategis untuk membuat perubahan,” jelas ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), Aria Indrawati saat membuka acara sosialisasi dan pelatihan buku Epub bagi tunanetra yang diadakan di Guest House Universitas Brawijaya, Sabtu (26/8/2017).

Menurutnya, seseorang orang akan meningkat kualitas hidupnya termasuk tunanetra jika bisa menikmati pendidikan yang berkualitas.

Aria menyampaikan, Pertuni percaya bahwa perguruan tinggi yang memiliki pusat pelayanan bagi mahasiswa disabilitas akan menjadi unggul karena turut berperan aktif membuat proses pembelajar mudah di akses untuk semua kalangan.

“Pertuni tidak ingin tunanetra menjadi objek pembangunan, tapi menjadi subjek dan menjadi bagian dalam proses pembangunan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, rektor Universitas Brawijaya (UB) mengaku akan terus berupaya menambahkan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh disabilitas.

“Kemarin Pusat Studi dan Layanan Disabilitas UB untuk pengadaan mobil yang diperuntukan bagi disabilitas. Dan permintaan tersebut sudah disetujui, semoga bisa segera di-launching,” ujarnya.

Artinya, UB akan secara bertahap akan melengkapi semua standarisasi yang di perlukan oleh PSLD.  Selain itu rektor UB juga mengajak semua masyarakat agar lebih memperhatikan penyandang disabilitas demi masa depan mereka.

Lihat juga...