JAKARTA – Hewan kurban di Kalibata, Jakarta Selatan, sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sehingga memenuhi syarat dan boleh disembelih dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Adha, 1 September 2017.
Seorang pedagang hewan kurban, Abbas (46), mengatakan, seluruh hewan kurbannya sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 24 Agustus, lalu. Sebanyak 70 kambing sudah diberi tanda sehat.
Abbas mengatakan, ciri-ciri hewan kurban yang baik bisa dilihat antara lain dari bulunya yang bersih, mengkilap, muka hewannya cerah, dan pergerakannya lincah. Hewan kurban juga tidak boleh cacat seperti pincang, buta, atau telinganya rusak.
Abbas memberi saran kepada masyarakat yang ingin tahu bagaimana menentukan hewan kurban yang sehat atau cacat. Biasanya, hewan kurban yang sehat bisa dilihat secara fisik, matanya bening, tidak mengeluarkan lendir dan kulitnya halus.
Abbas mengaku hanya menjual hewan kurban jenis kambing yang harganya berkisar dari Rp2,5 juta sampai Rp6,5 juta per ekor. Harga tersebut semakin naik seiring mendekatnya hari Idul Adha. Kenaikan harga kambing Abbas juga dipengaruhi faktor daya beli masyarakat yang meningkat di setiap tahunnya.
“Daya beli masyarakat terhadap hewan kurban terutama kambing selalu meningkat hingga 20 persen setiap tahun, maka dari itu hargannya pun naik dari Rp1,6 juta menjadi Rp2,5 juta untuk kambing jenis silver,” kata Abbas, Selasa (29/8/2017).
Kambing-kambing yang dijual Abbas dikirim dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Sementara itu, pedagang hewan kurban lain di Kalibata, Jakarta Selatan, Ade Gogon (44), mengatakan hewan kurban miliknya sudah mendapat sertifikat dari RPH Daerah Jakarta Selatan, berarti sudah memenuhi syarat untuk disembelih.
Ade hanya menjual hewan kurban sapi yang dikirim dari Lumajang, Jawa Timur, dan Wonosobo, Jawa Tengah. Harga sapi-sapi milik Ade dijual seharga Rp18 juta-Rp34 juta perekor.
“Sapi-sapi kami sudah ada legalitasnya dan memang menjaga kesehatan hewan kurban merupakan hal yang utama, karena kami tidak berdagang di pinggir jalan, kami memiliki kandang khusus sapi,” kata Ade.
Berbeda dengan Abbas, Ade merasa daya beli masyarakat untuk hewan kurban terutama sapi, tahun ini menurun. Ade mengatakan, tahun kemarin dirinya bisa menjual 26 ekor sapi, namun tahun ini ia menyiapkan 22 ekor sapi tetapi sampai saat ini baru terjual 11 ekor. (Ant)