Pangsa Pasar Ekspor Minyak Sawit Indonesia ke Rusia Turun

JAKARTA — Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia Enggartiasto Lukita beberapa hari yang lalu baru saja melakukan kunjungan kerja ke Rusia dan juga berkunjung ke beberapa negara Euroasia (pecahan Negara Uni Soviet). Selain itu Enggartiasto  juga menyempatkan diri melihat secara langsung festival tahunan di Russia.

Ada beberapa keterangan berdasarkan hasil kunjungan kerja yang disampaikan secara langsung oleh Enggartiasto kepada wartawan saat menggelar acara jumpa pers di Ruang Auditorium, Gedung Kementrian Perdagangan Republik Indonesia, Jalan H. Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat. Di antaranya adalah beberapa kerjasama perdagangan dengan Rusia dan negara-negara Euroasia lainnya.

“Ada yang menarik dari hasil kunjungan saya selama beberapa hari ke Rusia dan negara-negara Euroasia. Salah satunya adalah terjadinya pergeseran pangsa pasar atau market share ekspor minyak kelapa sawit dari Indonesia ke Russia yang cenderung mengalami penurunan.  Posisi volume ekspor minyak sawit Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain ke Rusia memang tidak lagi dominan,” jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Enggartiasto menambahkan walaupun terjadi penurunan pangsa pasar minyak sawit Indonesia ke Rusia, namun secara umum Rusia dan negara-negara Euroasia hingga saat ini bisa dikatakan merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia.

Dirinya juga menjelaskan bahwa Indonesia datang ke Russia tersebut lebih tepatnya diposisikan sebagai kawan, karena dalam beberapa tahun terakhir Russia diketahui masih mendapatkan embargo atau sanksi ekonomi dan perdagangan dari negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Sanksi ekonomi tersebut mau tidak mau membuat Rusia harus membuka diri dan melakukan perjanjian kerjasama perdagangan dengan negara di luar Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Rusia tentu saja harus tetap dapat memenuhi kebutuhan dalam negerinya meskipun negara tersebut terkena embargo ekonomi dan sanksi perdagangan.

Indonesia hingga saat ini masih menikmati surplus perdagangan dengan Rusia yang mencapai 77 juta Dolar Amerika (USD). Surplus perdagangan tersebut bisa dibilang lumayan, namun sebenarnya jumlahnya masih terlalu kecil, namun mengalami peningkatan sebesar lebih dari 54 persen.

Selain melakukan ekspor minyak sawit dan produk lainnya ke Rusia, Indonesia diketahui juga mengimpor gandum dari Rusia. Volume impor gandum Indonesia dari Rusia merupakan yang terbesar kedua atau masih dibawah volume impor gandum Indonesia dari Australia.

Lihat juga...