Noto Projo Mbangun Deso, Meriahnya Karnaval Pembangunan di Pati

PATI – Ribuan warga padati rute Karnaval Pembangunan Pati dengan jargon “Noto Projo Mbangun Deso” yang digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerderkaan RI yang ke-72 dan Hari Jadi Kabupaten Pati yang ke-694, Selasa (29/8/2017).

Pemerintah Kabupaten Pati sebagai penyelengara Karnaval Pembangun Pati mengundang instansi pemerintah maupun swasta di Kabupaten Pati untuk memeriahkan pagelaran seni budaya ini. Sebanyak 162 peserta mengikuti karnaval yang terdiri dari SKPD se-Kabupaten Pati, kecamatan, perbankan, swasta, dan perwakilan sekolah rujukan se-Kabupaten Pati.

Karnaval ini semakin meriah dengan adanya 177 mobil hias yang menggambarkan keunggulan dari masing-masing peserta. Karnaval mengambil start di Simpang Lima Pati dan melewati berbagai jalan di Pati. Ujung karnaval ini adalah di panggung kehormatan yang telah disiapkan di depan Kantor Bupati Pati.

“Noto Projo Mbangun Deso” sebagai tema karnaval menyesuaikan dengan tujuan karnaval  yaitu bisa memberikan informasi kepada masyarakat tentang pembangunan yang ada di Kabupaten Pati sekaligus juga untuk menghibur masyarakat.

Dari peserta yang mengikuti karnaval, ada beberapa peserta yang mempertunjukkan seni budaya yang menarik. Sesuai tema pula, beberapa SKPD Kabupaten Pati memamerkan program dan capaian yang telah dilakukan. Dinas Pertanian Kabupaten Pati, misalnya,  menghiasi mobil dengan berbagai macam sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, dan padi sebagai produk unggulan dari Kabupaten Pati. Banyaknya bahan makanan tersebut merupakan simbol bahwa Kabupaten Pati merupakan kabupaten yang berkedaulatan pangan.

Sementara itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten pati menampilkan replika ikan kakap merah sepanjang 8 meter. Sedangkan Kecamatan Growong Lor membawa senjata laras panjang dan replika Bung Karno senilai 80 juta, serta gunungan kelapa kopyor yang dibawa oleh kontingen dari Kecamatan Dukuhseti, dan masih banyak pertunjukan unik lainnya.

Koni Fitriani, siswa SD Negeri Pati Kidul 01 yang juga merupakan peserta karnaval, mengatakan, sangat antusias mengikuti karnaval kali ini. Sebabnya adalah karnaval kali ini mengangkat tema pembangunan Kabupaten Pati sehingga dia bisa mengetahui sejauh mana perkembangan dari Kabupaten Pati serta semakin mencintai Kabupaten Pati.

“Saya jadi tahu apa saja program dari setiap dinas yang ada di Kabupaten Pati. Jadi saya semakin merasa bangga dan mencintai kota kelahiran saya ini,” kata siswi yang akrab dipanggil Oni.

Sementara itu, Rika Afita, pendamping siswa peserta karnaval, menyampaikan bahwa sebagian besar sekolah memang menampilkan budaya Nusantara. Seperti Oni yang mengenakan pakaian adat Minang. Dengan tema ini, siswa jadi semakin paham bahwa budaya-budaya yang ada di Indonesia itu sangat banyak. Kebudayaan yang ada di Kabupaten Pati merupakan salah satu budaya Indonesia yang harus mereka jaga.

Rika berharap, karnaval dengan tema pembangunan ini dapat menjadikan peserta karnaval dan terutama warga Pati sebagai penonton, semakin memiliki kebanggaan terhadap Kabupaten Pati. Selanjutnya, hal itu akan berimbas pada partisipasi aktif warga dalam membangun Kabupaten Pati secara bersama-sama.

Koni Fitriani, Peserta Karnaval dari SDN Pati Kidul 01. Foto: Khusnul Imanuddin
Lihat juga...