Menyambung Dua Tanaman Berbeda Hasilkan Varietas Unggul
Semarang — Budidaya tanaman diperlukan untuk mengembangbiakkan tanaman supaya varietas bisa semakin banyak sesuai kebutuhan dan berbuah dalam waktu yang tidak lama.
Menyambung merupakan salah satu teknik budidaya tanaman. Teknik menyambung digunakan untuk menghasilkan tanaman yang lebih berkualitas daripada tanaman yang dibudidayakan dengan teknik lain.
Menyambung tanaman dikatakan sebagai sarana untuk menghasilkan varietas tanaman yang berkualitas, karena dengan menyambung, tanaman akan memiliki dua sifat unggulan dari dua varietas yang dikolaborasikan. Kolaborasi sifat unggulan kedua tanaman inilah yang akan menjadikan varietas baru dengan menghilangkan kelemahan-kelemahan dari sebuah tanaman. Dengan sifat-sifat unggulan yang dimiliki varietas baru, maka varietas ini akan dibutuhkan dan laku di pasaran.
Sutarno, Pengelola Padepokan Pertanian Terpadu Nursery, mengatakan dirinya seringkali menggunakan teknik menyambung tanaman untuk menghasilkan varietas sesuai dengan kebutuhan. Dia biasanya melakukan teknik menyambung antara tanaman cepoko dengan tanaman terong.
“Saya sering melakukan teknik menyambung antara tanaman dengan terong. Varietas baru yang dihasilkan dari kedua tanaman tersebut banyak peminatnya. Karena petani sering kesulitan untuk merawat batang terong yang tidak kokoh”, ujar Tarno, saat ditemui pada Senin (14/8/2017).
Menurut laki-laki yang akrab dipanggil Tarno, ini, kelemahan dari tanaman terong adalah batangnya yang lentur, sehingga sulit dirawat dan mudah rusak. Hal itu memunculkan ide dari para anggota Padepokan Pertanian Terpadu Nursery untuk mencarikan solusi dari masalah tersebut. Dengan munculnya ide untuk menyambung antara tanaman terong dengan tanaman cepoko ini, maka batang dari terong yang tadinya lentur diubah menjadi batang buah cepoko yang berkayu dan kokoh.
Selain menyambung tanaman cepoko dengan tanaman terong, Sutarno juga melakukan inovasi menyambung tanaman pada buah alpukat. Budidaya tanaman buah alpukat yang biasanya dilakukan akan membuat buah alpukat baru bisa berbuah selama 5 tahun. Karena itu, pihaknya berinovasi untuk meyambung tanaman alpukat yang berasal dari biji dengan ranting tanaman alpukat yang sudah pernah berbuah.
“Dengan menyambung tanaman buah alpukat dari biji dengan ranting tanaman alpukat yang sudah berbuah, perkembangan tanaman baru ini akan membuatnya berbuah hanya dalam waktu 2 tahun saja. Kalau tanaman buah seperti ini pasti yang diinginkan itu agar tanaman cepat berbuah, supaya bisa segera dinikmati pemiliknya.” Imbuh Sutarno.
Tarno juga menjelaskanl, teknik menyambung tanaman itu tidak begitu sulit, hanya harus teliti. Langkah awalnya adalah mengambil tanaman yang akan dijadikan sebagai tanaman penopang yang berada di bawah. Batang dari tanaman tersebut dipotong perlahan hingga membentuk huruf V. Setelah itu, potong batang tanaman yang kedua berbentuk lancip atau runcing yang disesuikan dengan sayatan huruf V pada tanaman pertama.
Setelah itu gabungkan kedua batang dari kedua tanaman tersebut dengan mengikatnya menggunakan plastik atau rafia. Kemudian tutup bagian sambungan tersebut dengan plastik. Waktu tunggu yang diperlukan adalah sekitar 2 minggu hingga tanaman tersebut sudah bersatu dan tumbuh seperti hanya menjadi satu tanaman saja.
Tarno mengaku dengan inovasi menyambung tanaman yang dilakukan, dirinya dapat membuat varietas baru yang lebih berkualitas. Dia juga mengatakan, inovasi yang dilakukannya telah berhasil menjadi solusi bagi para petani atau orang yang memang bergelut di bidang budidaya tanaman. Selain itu, dari inovasinya ini, produk tanaman yang disambungnya juga memiliki banyak peminat. Bahkan dirinya mengaku pemesan dan peminat bisa ada yang berasal dari Kalimantan.
Menurut Tarno, sejauh ini budidaya tanaman dilakukan secara pribadi tanpa ada campur tangan dari pemerintah. Bantuan dari pemerintah juga belum dia rasakan. Sementara itu, Tarno sendiri berharap agar pemerintah nantinya dapat mendukung dan juga ikut mempromosikan varietas baru yang dihasilkan dari teknik menyambung tanaman yang telah dilakukannya.