Jambu Bangkok Komoditas Unggulan Kampung Arsopura
KEEROM – Kampung Arsopura atau Arso IV, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, menjadi penghasil jambu sekaligus distributor ke beberapa kabupaten dan kota di Papua.

-Foto: Indrayadi T Hatta
“Produksi atau hasil panen petani di kampung Arsopura ini, khusus jambu biji bangkok sangat banyak, dapat memenuhi permintaan pasar di beberapa kabupaten, seperti Kabupaten Jayapura, Kabupaten Jayawijaya dan Kota Jayapura,” ungkap Kepala Kampung Arsopura, Hendarto Edi Wibowo, Senin (14/8/2017).
Karenanya, ia bersama staf akan terus meningkatkan budidaya jambu Bangkok tersebut. Ke depan, pihaknya ingin Arsopura dikenal sebagai agro wisata buah jambu Bangkok, agar menjadi daya tarik pengunjung dari luar kabupaten Keerom.
“Sebelum saya bangun tugu jambu Bangkok dan sebuah patung jambu Bangkok di pintu masuk kampung, saya akan benahi terlebih dahulu kelompok-kelompok petani budidaya jambu ini,” ujarnya.
Saat ini, kata Edi, 22 rukun tetangga (RT) dan 6 rukun warga (RW) memiliki 23 kelompok tani (Poktan), termasuk kelompok wanita tani dan 3 gabungan kelompok tani (Gapoktan).
“Memang betul unggulan jambu Bangkok, tapi masih ada buah lainnya seperti Klengkeng dan buah Naga, tapi itu belum sebanyak jambu Bangkok, karena masih dalam pengembangan,” ujarnya.
Dirinya mengklaim, pemasok terbesar untuk buah jambu hanya satu dari kampung Arsopura atau Arso IV yang terus diminta dari luar kabupaten tersebut. “Kalau kultura bawang merah dan cabe juga menjadi sasaran permintaan pasar di Kota Jayapura termasuk kabupaten lainnya,” tuturnya.
Masih soal jambu, pihaknya tak henti-hentinya berusaha mempromosikan budi daya jambu kepada seluruh petani yang sudah menjadi lahan penopang hidup mereka. Ia beraharap, ke depan semua petani di sini makmur, mandiri dan sejahtera.
“Tujuan saya memanfaatkan potensi yang ada di kampung ini, dengan luas kampung 1.200 hektar,” kata Edi, yang baru menjabat kepala kampung selama 10 bulan terakhir.
Ahmad, salah satu petani Arsopura, megaku jambu Bangkok saat ini per kilo dijual ke Pasar Sentral Youtefa, Kota Jayapura seharga delapan ribu rupiah. Biasanya, kalau jambunya besar, sekilo bisa 2 biji. “Setiap panen pasti langsung laku hanya dalam hitungan 3-4 jam, karena memang sudah ada agen yang datang ambil langsung ke kebun atau ke rumah saya. Sekali panen biasanya kalau harga Rp5.000 per kilo, totalnya saya bisa dapat 2-3 juta rupiah,” kata Ahmad.
Kampung Arsopura ini memiliki 955 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sebanyak 2.875 orang yang mayoritas sebagai petani, terbagi 70 persen warga transmigrasi era 1985 silam dan warga pribumi sekitar 30 persen.