JAKARTA – Kepala Anjungan Jawa Tengah, Hamirun, sangat bangga dengan ide cemerlang Siti Hartinah Soeharto, yang tak lain adalah Ibu Tien, untuk membangun miniatur TMII.
Menurut Hamirun, TMII ini dibangun sebagai bentuk implementasi ide Ibu Tien yang ingin memiliki cagar budaya etnik Indonesia. “Taman Mini ini wajah Indonesia yang mengandung nilai budaya. Kalau tidak ada Bu Tien, tidak akan ada Taman Mini, pemersatu budaya bangsa,” kata Hamirun, Sabtu (5/8/2017).
Hamirun pun berkisah, di Jawa Tengah pada saat Gubernurnya Muhammad Ismail, pernah dibangun Taman Maerokoco. Di taman itu tersaji 35 area Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Namun sayangnya, setelah Ismail, wafat, Taman Maerokoco tidak lagi mendapat dukungan dari gubernur berikutnya, karena pelestariannya menyangkut dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Jadi bupati-walikota sesudah masa Pak Ismail tidak menganggarkan dalam APBD untuk penataan Taman Maerokoco itu,” ujar Hamirun.
Menurutnya, beda halnya dengan Ibu Tien, penggagas ide cemerlang TMII memikirkannya hingga pelestarian ragam budaya Indonesia itu harus mengakar tak boleh punah. Semua provinsi harus turut mendukung menganggarkan pemeliharaan anjungannya yang ada di TMII.
“Saya apresiasi ide Ibu Tien, sangat cemerlang tidak ada duanya melestarikan budaya bangsa melalui satu wadah, yaitu miniatur TMII,” ujar Hamirun.
Terkait Anjungan Jawa Tengah yang lokasinya di tengah-tengah menghadap Danau Miniatur Kepulauan, Hamirun, merasa bangga. Pasalnya, kata dia, menjadikan anjungan Jawa Tengah ini tampil beda dengan anjungan lainnya.
“Anjungan Jawa Tengah berada di tengah, saya yakin ini apresiasi ide Ibu Tien juga. Anjungan ini sangat strategis di tengah-tengah, pintunya ada tiga, yaitu pintu depan ada dua di sebelah kanan dan kiri, serta satunya pintu belakang. Sedangkan anjungan lain, pintunya cuma dua, yaitu depan dan belakang,” jelasnya.
Hamirun mengaku, dirinya pernah beberapakali berkunjung ke Istana Negara, saat Pak Harto menjadi Presiden. Di Istana Negara itu, dirinya bertemu dengan Ibu Tien dan Pak Harto. Tentu, Hamirun merasa bangga, karena di mata dia, sosok Ibu Tien dan Pak Harto sangat ramah. Suasana hangat pun tercermin saat berbincang pelestarian budaya bangsa.
“Saya bangga bisa bertemu dengan beliau. Bu Tien dan Pak Harto itu nguri-nguri budaya ( sangat melestarikan budaya-red),” tandas Hamirun.
Dalam doanya, Hamirun memohon semoga almarhum Ibu Tien dan Pak Harto mendapat ridho Allah SWT sesuai dengan amal ibadahnya yang selalu memperhatikan rakyatnya. Menurutnya, tiada sosok pemimpin yang bisa mengantikan sekalipun bertabur program-program pemerintahan pada pengembangan bangsa ini yang terkinikan.
Dalam pengembangan TMII ke depan, Hamirun berharap mudah-mudahan yayasan yang pernah dibentuk selama ini bisa menjunjung tinggi yang dikehendaki oleh Bu Tien dan Pak Harto. “Jangan sampai TMII menjadi tempat untuk wirausaha, tapi untuk pelestarian budaya sesuai cita-cita dan gagasan Bu Tien,” pungkas Hamirun.