Es Pisang Ijo dan Es Alpukat, Hidangan Segar Saat Cuaca Panas

LAMPUNG – Bersantai dan menikmati sajian kuliner dengan menu yang disajikan sejumlah rumah makan dan warung kuliner di wilayah Lampung Selatan (Lamsel) menjadi sebuah pilihan untuk menikmati akhir pekan.

Meski berada di wilayah Lamsel namun banyaknya penduduk yang berasal dari Sulawesi Selatan dengan berprofesi sebagai nelayan di sepanjang pesisir pantai membuat kuliner khas daerah tersebut mudah dijumpai.

Salah satu rumah makan sederhana yang dikenal dengan Taman Siger Seafood dan terletak di gerbang Menara Siger dengan view Selat Sunda dan megahnya Menara Siger merupakan salah satu resto dengan dominan sajian kuliner khas Bugis Makassar mulai dari makanan utama hingga makanan penutup. Mulai dari olahan daging seperti Coto Makassar hingga aneka makanan laut (seafood) diantaranya sop lobster, sob cucut, sop kerapu, ikan bakar simba, cumi/udang, nasi goreng seafood serta makanan olahan berbahan pisang disediakan oleh sang pemilik, Amyliana. Dikenal dengan nama beken Manohara yang juga memiliki Resto Apung Muara Piluk Bakauheni.

Amy menyebut beberapa sajian khas yang disediakan di Taman Siger Seafood miliknya adalah berbagai makanan olahan daging dan ikan sehingga pelanggan yang akan menikmati sarapan, makan siang hingga makan malam bisa menikmatinya sembari bersantai. Puas menikmati hidangan utama salah satu sajian khas menu penutup yang disediakan oleh Taman Siger Seafood adalah Pisang Ijo atau es pisang ijo yang diakui Amy adalah sejenis makanan khas di Sulawesi Selatan, terutama di kota Makassar dan di Lampung menu tersebut tersedia saat bulan suci Ramadan sebagai menu berbuka puasa atau takjil. Makanan ini terbuat dari bahan utama pisang yang dibalut dengan adonan tepung berwarna hijau.

“Menu es pisang ijo selalu ada setiap hari di rumah makan kami meski pada bulan puasa kuliner ini juga banyak dijual tapi pada hari biasa di wilayah ini hanya kami yang jual sekaligus sebagai hidangan penutup dari berbagai sajian kuliner di warung kami,” terang Amyliana yang menyajikan es pisang ijo dalam sebuah mangkuk bersama hidangan kuliner seafood lain untuk pelanggan saat dijumpai Cendana News di Taman Siger Seafood, Sabtu (5/8/2017).

Amy, pemilik Taman Siger Seafood menyiapkan menu es pisang ijo. [Foto: Henk Widi]
Ia menyebut cara penyajian es pisang ijo terbilang sederhana karena disajikan dengan sirup dan es serta kuah menyegarkan lainnya saat berada di Taman Siger Seafoof namun pembuatan es pisang ijo diakuinya dibuat di rumah. Amy mengungkapkan cara memasak es pisang ijo dimulai dengan mengukus pelapis pisang dari bahan bahan yang sudah diadon di dandang. Adonan tersebut dibuat dari tepung, air, dan pewarna hijau yang terbuat dari campuran air dengan daun suji atau pandan.

Sementara untuk pisang yang akan dilapisi dengan adonan berwarna hijau tersebut Amy mengaku sengaja memilih jenis pisang Kepok yang sudah matang. Kunci kesegaran es pisang ijo diakuinya juga terletak pada kuah yangterbuat dari campuran tepung beras, santan, gula pasir, daun pandan, vanili dan garam yang kemudian sampai matang dan kental dan siap disiramkan pada dua buah pisang ijo di dalam mangkuk.

Ia menyebut es Pisang Ijo sangat cocok dinikmati saat cuaca panas dan bisa dikreasikan dengan memilih sirup berwarna lain atau menambahkan susu coklat maupun putih, supaya tampilan dan rasa hidangan es pisang ijo semakin mantap. Berbeda dengan penyajian lain es pisang ijo yang disajikan oleh Taman Siger Seafood sengaja disajikan utuh dengan pecahan es untuk memberi sensasi lamanya proses es mencair dan pelanggan bisa memotong es pisang ijo dengan sendok.

Sajian es pisang ijo tersebut pun kerap dinikmati bersama kue khas yang disediakan oleh Taman Siger Resto yang dikenal dengan kue Kambing-kambing atau dikenal dengan Kambeng Kambeng. Amy mengakui Lampung sebagai penghasil pisang membuat bahan pembuatan kue tersebut mudah diperoleh berupa pisang yang sudah cukup masak.

Cara mengolahnya adalah dengan memotong motong pisang menjadi dadu kecil. Potongan pisang itu kemudian dicampurkan dengan tepung terigu dan tepung sagu yang dicairkan dan diaduk rata. Adonan itu kemudian ditata dan digoreng di atas api kecil.

“Pasangan yang pas menikmati es pisang ijo dan kue kambing kambing sembari bersantai di taman siger seafood bersama keluarga atau kerabat menikmati akhir pekan apalagi kami buka setiap hari hingga malam,” terang Amy.

Cukup merogeh kocek Rp7.000 untuk satu porsi es pisang ijo dan Rp6.000 untuk kue kambing kambing pelanggan bisa bersantai menikmati suasana di taman siger seafood tersebut. Sementara untuk berbagai menu lain diantaranya sop lobster, sob cucut, sop kerapu, ikan bakar simba, cumi/udang, nasi goreng seafood dibanderol dengan harga mulai Rp15.000 hingga Rp50.000 per porsi.

Nurul Khotimah meracik es buah alpukat. [Foto: Henk Widi]
Sajian berbahan es lain juga tersedia di salah satu warung sop buah Simpang Empat Pasuruan di Kecamatan Penengahan salah satunya yang disediakan oleh Nurul Khotimah yang menyediakan menu es buah berbagai varian rasa diantaranya semangka, melon, pir, alpukat yang disediakan dalam sajian menarik. Musim buah alpukat di wilayah Lampung Selatan membuat menu es buah alpukat cukup diminati sebagai minuman menyegarkan dalam kondisi cuaca panas.

Nurul menyebut menu es buah yang dibuatnya cukup beragam dengan perpaduan buah yang dibuat dengan cara dipotong dadu bukan dengan cara dihaluskan (blender) sehingga sensasi rasa buah tersaji masih bisa dinikmati sembari merasakan kesegaran es dicampur susu dan sirup.

“Kami sediakan bersama menu berbagai kuliner tradisional diantaranya kue kue tradisional dan jika ada yang menyukai buah dibuat jus kami juga akan buatkan sesuai selera konsumen,” ungkap Nurul Khotimah.

Menu es buah alpukat yang disajikan dengan taburan choco chip, susu dan aroma daun pandan yang wangi sebagai penggugah rasa diakui Nurul Khotimah banyak dicari masyarakat terutama warung tersebut berada di dekat kompleks kantor pemerintahan kecamatan, perkantoran dan tempat bisnis. Selain diminum di warung sebagian pelanggan diakui Nurul Khotimah kerap membeli dengan cara dibungkus untuk dibawa pulang sebagai buah tangan untuk keluarga.

Berbagai sajian menu es berbagai buah salah satunya es alpukat tersebut diakui Nurul Khotimah dibanderol dengan harga Rp14.000 per porsi sementara untuk berbagai kue tradisional lain dibanderol dengan harga Rp1.000 per buah. Kondisi cuaca yang panas diakui Nurul Khotimah membuat sebagian pelanggan kerap datang saat jam makan siang sekaligus menikmati menu lain yang disediakan di warung tersebut diantaranya bakso dan mie ayam.

Es pisang ijo siap dihidangkan. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...