Dorong Produk UMKM NTB Tembus Pasar Dunia Lewat I-Shop

MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat Barat pada Kamis 17 Agustus 2017 resmi melaunching program i-Shop, sebuah program transaksi berbasis online yang disediakan pemerintah NTB sebagai wadah bagi masyarakat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memasarkan produk dihasilkan.

Program i-Shop juga lahir sebagai solusi dan jawaban atas kegelisahan masyarakat UMKM NTB atas lesunya pemasaran dan nilai transaksi produk dihasilkan selama ini, karena kebanyakan transaksi masih dilakukan secara manual dan masih bergantung dari kunjungan wisatawan.

Akibatnya selain produk berupa olahan maupun kerajinan dihasilkan tidak banyak dikenal, dari sisi nilai transaksi penjualan juga tidak seberapa. Pada kualitas produk UKM NTB tidak kalah unggul dengan produk UMKM daerah lain di Indonesia.

Sebut saja hasil kerajinan Ketak Desa Beleka dan kerajinan kain tenun rang-rang Kabupaten Lombok Tengah, kerajinan Gerabah Desa Banyu Mulek, Kabupaten Lombok Barat, kerajinan cukli, madu Sumbawa dan sejumlah prodak UMKM lain yang telah dikenal luas, dalam dan luar negeri, tapi dari sisi pemasaran masih lemah.

“Kita ingin melalui program i-Shop, selain sebagai wadah bagi para pelaku UMKM yang telah siap ekspor, juga memungkinkan pemasaran produk tidak saja sampai level nasional, juga bisa tembus pasar dunia” kata Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani di Mataram, Jum’at (18/8/2017)

Demi mewujudkan keinginan tersebut, pihaknya menggandeng PT Post dan Bank BNI sebagai mitra. Kedua mitra, selain membantu dalam hal pengiriman barang dan transaksi pembayaran dengan biaya murah, juga membantu melakukan promosi.

Selly juga meminta pelaku UMKM yang telah tergabung bisa pegang komitmen dalam menjalankan proses transaksi penjualan produk dengan pembeli, karena komitmen itu sangat penting bagi konsumen, sebab terkait kepercayaan artinya, kalau konsumen minta ekspres via PT Post untuk pengiriman barang, maka harus komitmen.

Produk UMKM NTB Diklaim Daerah Lain

Peluncuran program i-Shop oleh Diprindag NTB selain sebagai upaya mendorong daya ungkit dan nilai ekspor produk UMKM NTB, juga melindungi hak paten dan Surat Keterangan Asal (SKA) atas produk dihasilkan ketika sudah di pasaran, sebab selama ini hasil produk UMKM NTB kerap diklaim daerah lain.

Hasil kerajinan Ketak berupa Geben, yang banyak digunakan sebagai keperluan sembahyang masyarakat Bali maupun untuk hiasan di sejumlah hotel luar daerah misalkan itu merupakan produk UKM NTB Dese Beleke, tapi oleh pengusaha Bali setelah dicat ditulis menjadi Made in Bali, jelas sangat merugikan kita.

“SKA tidak pernah keluar dari NTB, agen datang tinggal mengambil akhirnya SKA dari daerah sebelah, kita dirugikan, solusinya dengan i-shop kerjasama dengan PT. Pos yang pengirimannya sudah bisa dunia.”

Ditambahkan, terkait jumlah UMKM yang telah tergabung di i-Shop sendiri, dari 100 yang mendaftar kita sharing menjadi 50, kemudian 50 dan terahir jadi 20 UMKM.

Lihat juga...