Disnakan Karanganyar Cantumkan Kartu Layak Kurban

SOLO — Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, telah intens melakukan pemeriksaan hewan kurban yang dijual oleh sejumlah pedagang musiman di wilayahnya.

Tak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan, petugas juga memeriksa kelaikan hewan kurban, seperti umur serta poel atau tidak. “Untuk tahun ini kambing yang dijual untuk kurban, kualitasnya bagus-bagus. Ada beberapa yang memang tidak memenuhi kriteria kurban, namun jumlahnya tidak seperti tahun lalu,” ungkap Staf Bidang Kesehatan Hewan Disnakan Karanganyar, Fathurrahman, kepada Cendana News, di sela pemeriksaan hewan di Jalan Lawu, Karanganyar, Rabu (30/8/2017).

Selama dua hari melakukan pemeriksaan di wilayah Karanganyar, lanjut dia, petugas menemukan sejumlah hewan yang tak layak kurban. Seperti tidak cukup umur, sakit mata atau pink eyes serta ada yang sakit cukup parah. Untuk hari ini, petugas memeriksa lebih dari empat pedagang yang tersebar di wilayah Jongke, Bejen, dan Tasikmadu. Dari pemeriksaan hewan kurban ini, petugas telah memberikan rekomendasi bagi pedagang.

“Bagi yang benar-benar layak, kita camtunkan kartu layak kurban pada leher kambing. Sementara untuk yang tak layak kurban, kita minta agar tidak menjual kepada masyarakat, terutama untuk kebutuhan kurban,” sambung Fathurrahman.

Pihaknya mengimbau, untuk hewan kurban yang sakit mata harus diobati terlebih dahulu hingga benar-benar sembuh. Selain itu, untuk kambing yang belum cukup umur, pedagang diimbau untuk memelihara terlebih dahulu, atau dijual untuk kebutuhan diluar kurban. “Kita tekankan kepada pedang. Kalau ada yang nekad, tetap menjual hewan tak layak untuk kurban akan kita beri sanksi keras,” tandasnya.

Lebih dari 200 ekor kambing telah diperiksa petugas. Sebagian besar pedagang mengaku, mendapatkan hewan kurban itu dari wilayah Wonogiri dan Pacitan. Perbedaaan harga yang cukup siignifikan, menjadikan pedagang memilih mendatangkan hewan kurban dari luar daerah.

“Di sana lebih murah. Kulakan dari sana harga kambing Rp 2 juta, di Karanganyar bisa dijual seharga Rp 3 juta,” kata Sumanto, salah satu pedagang kambing kurban.

Menurut dia, harga hewan kurban terutama kambing pada musim lebaran tahun ini cenderung lebih baik. Tidak hanya dari segi kualitas kambing yang lebih baik, namun keuntungan yang diperoleh juga lebih banyak. “Lebih baguslah kalau harga jualnya. Saya ambil untung rata-rata Rp300 500 ribu per ekornya, tinggal dikalikan berapa kambing yang terjual,” imbuh dia.

Lihat juga...