Pembangunan Tol Sumatera Kurangi Suplai Komoditi Kelapa

LAMPUNG — Aktivitas pengupasan kelapa utuh menjadi kelapa kopra dan kelapa utuh untuk dijual ke pasar-pasar tradisional di wilayah Cilegon, Banten, serta sejumlah pasar tradisional di Provinsi Lampung, masih terus dikerjakan oleh Sarjono (40) warga Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan.

Sarjono mengupas ribuan kelapa yang akan dijualnya. [Foto: Henk Widi]
Ia menyebut, usaha tersebut masih ditekuni dengan memanfaatkan hasil perkebunan di wilayah Lampung Selatan, meski diakuinya sejak awal 2015 ia dan sejumlah pelaku bisnis kelapa mulai kekurangan bahan baku. Hal ini sebagai imbas pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang menyebabkan menurunnya luasan lahan perkebunan kelapa di Lamsel.

Menurut Sarjono, sektor usaha bisnis kelapa menjadi peluang menjanjikan di wilayah tersebut, bersamaan dengan bisnis lain, di antaranya pisang, nangka serta sayuran untuk dijual ke Pulau Jawa menggunakan jasa ekspedisi. Pada masa puncak panen kelapa, ia mengaku bisa menyediakan 10.000 butir kelapa, namun kini ia hanya mampu menyediakan 3.000 butir yang diambil dari beberapa wilayah perkebunan di Lampung Selatan.

“Selain pasokan dari kebun milik kami sendiri, sebagian besar merupakan hasil produksi perkebunan warga yang kini sebagian luas lahannya mulai berkurang akibat proses pembangunan jalan tol Sumatera,” terang Sarjono, saat ditemui pada Rabu (30/8/2017).

Penurunan produksi kelapa dari hasil pertanian warga, diakui Sarjono tidak bisa dilepaskan dari proses penggusuran lahan perkebunan untuk digunakan sebagai jalan tol, dari titik nol Pelabuhan Bakauheni hingga STA 19 di Kecamatan Penengahan. Ratusan pemasok kelapa utuh yang diakuinya bisa memasok ribuan butir kelapa bahkan kini hanya bisa memasok ratusan butir kelapa utuh kepadanya untuk dijual sebagai kebutuhan rumah tangga, sementara sisanya dipergunakan sebagai bahan pembuatan kopra.

Meski berkurang, harga kelapa butir saat ini cukup membaik menjelang Idul Adha. Saat ini, harga kelapa besar dijual Rp5 ribu dan kelapa kecil Rp3 ribu. Sementara harga kopra masih di kisaran Rp7 ribu per kilogram, meski pernah mencapai angka Rp11 ribu. Berkurangnya lahan kebun dan produktivitas kelapa, diakuinya tak lantas membuat harga kelapa meningkat, termasuk saat diolah menjadi kopra.

Pengurangan bahan baku kelapa tersebut, jelas Sarjono, tak hanya terjadi pada lahan kebun yang secara khusus ditanami kelapa dan terimbas proyek jalan tol. Melainkan juga pada sejumlah kebun kelapa yang tidak terimbas tol yang ditebangi sebagai bahan pembuatan mebel dan bangunan.

“Menanam kelapa memang cukup lama, sementara kecepatan penanaman kelapa dengan penebangan tidak sebanding sehingga berdampak pada tingkat produktivitas tanaman kelapa,” ungkap Sarjono.

Menyiasati kondisi tersebut, Sarjono memanfaatkan sabut, batok kelapa yang masih bisa memberi nilai tambah dengan adanya permintaan dari perajin arang kelapa dan sabut kelapa untuk cocopeat dan bahan isi matras. Limbah sisa pengupasan kelapa yang sudah disortir untuk kopra tersebut masih memiliki nilai jual.

Petani kelapa di Desa Klaten, Anton, menyebut pengurangan luasan tanaman kelapa disebut memiliki dampak yang sangat signifikan, karena dirinya tak lagi bisa mendapatkan hasil secara berkala dari menjual kelapa,  karena sudah digusur untuk proyek jalan tol Sumatera. Meski telah kehilangan tanaman kelapa, dirinya menyebut akan berinvestasi dengan menanam sayuran yang bisa menghasilkan lebih cepat dibandingkan tanaman lain.

“Sebanyak puluhan batang milik kebun saya dan juga petani lain sudah diratakan dengan tanah, dan hasil ganti rugi untuk membeli kebun baru. Sementara proses penanaman pohon kelapa membutuhkan waktu lama”, terang Anton.

Selain berdampak bagi lingkungan akibat pengurangan jumlah pohon kelapa, dampak proyek tol Sumatera disebutnya juga membuat kawasan tersebut mulai terlihat gersang dan berdebu saat ada pengangkutan material tanah dan batu. Ia berharap, setelah proses pengerjaan tol Sumatera, wilayah tersebut kembali dihijaukan, terutama di beberapa titik yang sudah diterjang tol, khususnya di tepi jalan tol.

Lihat juga...