Aquatic Weed Harvester Bersihkan Gulma Danau Tondano

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara segera mengoperasikan kapal Aquatic Weed Harvester untuk membersihkan gulma, sejenis eceng gondok yang menutupi Danau Tondano, Kabupaten Minahasa.

“Selain menyelesaikan persoalan eceng gondok yang mulai menutupi badan danau, juga secara perlahan mengatasi sedimentasi,” ujar Gubernur Olly Dondokambey di Manado, Selasa.

Gubernur berharap, dioperasikannya kapal ini akan membantu Pemerintah Kabupaten Minahasa mengatasi persoalan eceng gondok yang belum terselesaikan.

“Nantinya setelah bersih, akan dilakukan penataan kembali. Danau Tondano juga merupakan satu dari 15 danau di Indonesia yang dilindungi,” katanya.

Danau Tondano, lanjut dia, tidak hanya menjadi ikon Sulawesi Utara khususnya Minahasa tapi juga menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

Lagi, kata Gubernur, Danau Tondano memiliki banyak fungsi mulai dari sumber air minum yang dikelola PDAM, pembangkit listrik, juga sebagai sumber hidup nelayan, pemilik rumah makan serta lokasi wisata.

Aquatic Weed Harvester dikembangkan untuk memungkinkan pemeliharaan kanal, danau dan sungai serta untuk menghilangkan kehidupan akuatik yang berlebihan seperti eceng gondok dan tanaman lainnya yang dapat berdampak negatif pada ekologi jalur air.

Pemanen mekanis adalah mesin apung besar yang memiliki pisau pemotong guna memutus batang tanaman bawah air, mengumpulkan gulma dan mengangkat ke sabuk pengaman, menyimpan vegetasi di atas kapal secara terus-menerus kemudian dilepaskan ke tongkang atau fasilitas darat.

“Nantinya, produk hasil eceng gondok yang diangkat dapat dikomposkan atau dikirim ke tempat pembuangan akhir,” jelasnya. (Ant)

Lihat juga...