Yayasan Damandiri Kembangkan PAUD Berbasis Kearifan Lokal
YOGYAKARTA — Sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidik PAUD, Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) menyelenggarakan acara diklat bagi sejumlah guru di dua desa yakni Trirenggo dan Argomulyo Bantul. Diklat dilakukan dengan menerapkan PAUD berbasis kearifan lokal desa masing-masing.
Ketua Umum Yayasan Damandiri, Subiyakto Tjakrawerdaja, mengatakan model PAUD berbasis kearifan lokal dilakukan dengan cara memfasilitasi dan menggali kemampuan anak didik agar mengenal dan memahami kearifan lokal sejak dini.
Menurutnya kekayaan sumber daya lokal luar biasa, yang dimiliki bangsa Indonesia harus dieksploitir dengan baik dan harus menjadi sarana untuk memajukan bangsa dan negara. Hal itu diperlukan agar bangsa Indonesia dapat mandiri dan tidak tergantung pada negara lain.
“Sejak dini, budaya dan kearifan lokal ini harus dipahami agar jadi budaya anak-anak kita. Sehingga saat besar dan menjadi pemimpin nanti, mereka tetap memiliki budaya asli tersebut. Bukan budaya asing,” katanya sesuai membuka acara Diklat di Bantul, Sabtu (08/07/2017).
Subiyakto mengatakan kearifan lokal yang merupakan nilai nilai pancasila, seperti gorong-gorong dan kepedulian antar sesama tersebut saat ini sudah semakin luntur. Sehingga harus diajarkan sejak dini. Pendidikan PAUD dibilai menjadi sangat penting dan strategis dalam mewujudkan hal tersebut.
“Persoalanya, tenaga pendidik atau guru PAUD kita saat ini masih kurang. Baik daru sisi kuantitas maupun kualitas. Karena itulah melalui kegiatan diklat inilah kita berupaya untuk membantu meningkatkan kualitas guru atau pendidik PAUD. Nantinya diklat ini akan kita lakukan di semua Desa Mandiri Lestari yang ada di Indonesia,” katanya.
Pembina Pendidik PAUD atau Bunda PAUD Kabupaten Bantul, Erna Suharsono, mengakui masih minimnya upaya peningkatan kualitas guru PAUD hingga saat ini. Dari sekitar 5000 guru PAUD yang ada, masih banyak guru yang belum sarjana. Tak hanya itu, honor guru PAUD juga masih sangat minim. Setiap bulan guru PAUD hanya menerima honor antara Rp100-600 ribu per bulannya sesuai lama mengajar.
“Diklat pelatihan yang difasilitasi pemerintah selama ini juga masih sangat minim. Belum bisa mencakup semua guru PAUD. Sehingga lebih banyak dilakukan secara mandiri. Karena itu adanya diklat dari Damandiri ini sangat bermanfaat sekali. Kita berharap semakin banyak lembaga yang ikut membatu pengembangan PAUD nantinya,” katanya
Kepala Disdikpora Bantul, Didik Warsito, juga mengakui masih minimnya kesejahteraan pendidik PAUD. Ia menyebut di Bantul sendiri ada sebanyak 1226 lembaga PAUD yang tersebar di 933 dusun se Kabupaten Bantul. Dengan prosentasi 1,4 PAUD tiap desa. Junlah itu telah melampaui target 1 PAUD 1 desa.
“Peningkatan kapasitas sudah ada. Namun memang belum bisa mencapai semua PAUD. Kita masih melakukan secara bertahap, karena banyaknya jumlah PAUD yang ada. Memang peningkatan kapasitas dan kesejahteraan ini masih perlu ditinggkan, meski harus disesuaikan dengan anggaran,”katanya.