UGM Dorong 205 Laboratorium Hasilkan Riset Inovatif
YOGYAKARTA – Sebanyak 205 laboratorium di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah dilengkapi dengan peralatan canggih, diharapkan bisa menghasiklkan produk inovatif dan aplikatif, sehingga bisa dimanfaatkan langsung oleh pemerintah dan masyarakat. Pasalnya, selain untuk mendukung kegiatan pendidikan, laboratorium juga harus digunakan untuk riset inovatif.
Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Prof. Dr. Suratman, M.Sc., mengatakan UGM didirikan tidak hanya sekedar untuk mengirim staf atau alumninya berkiprah di masyarakat dan pemerintahan, namun juga menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk rakyat.
Suratman menerangkan, lima tahun terakhir UGM tengah melakukan pembenahan fasilitas alat laboratorium lewat pengadaan alat lab yang lebih mutakhir dan canggih, agar bisa mengikuti perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasalnya, banyak hasil riset yang menurutnya tidak ditopang alat lab yang mutakhir.
“Banyak judul riset yang saya lihat belum inovatif dan update, ternyata alatnya belum akurat. Pengadaaan alat laboratorium itu penting,” ujarnya, usai menghadiri acara serah terima alat laboratorium di Gedung Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM, Selasa (25/7/2017).
Suratman juga menyampaikan, laboratorium riset yang dikembangkan tidak hanya mencakup penelitian dasar, namun juga diarahkan pada keluaran produk inovatif yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna. Salah satunya adalah Electronic nose (e-nose), alat pendeteksi bau atau aroma yang digunakan untuk mendeteksi narkoba. “Penelitiannya sudah memasuki tahun ketiga, saat ini tengah proses paten dan sudah ada prototipe-nya,” ujarnya.
Meski demikian, Suratman mengharapkan para peneliti di lingkungan UGM tidak hanya bergantung dana riset dari sumber internal universitas, namun bila penelitian sudah memasuki tahun ketiga, diharapkan penelitian yang sifatnya inovatif tersebut bisa mengandeng mitra dan industri.
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM, Dr. Kuwat Triyana, mengatakan sekitar 70 persen fasilitas laboratiorum di UGM sudah dielengkapi peralatan yang canggih. Belum semua bisa dilengkapi sekaligus, dilakukan secara bertahap melalui mekanisme proses pengadaan lewat sistem informasi laboratorium (silab) atau aplikasisilab.ugm.ac.id.
Keberadaan sistem informasi ini, maka dapat mengetahui jenis alat yang dibutuhkan di setiap Fakultas, bahkan membantu para peneliti atau pihak luar mengetahui fasilitas laboratorium yang bisa digunakan untuk proses pengujian produk milik mereka.
“Tahun ini sekitar Rp4,13 miliar dana yang digelontorkan untuk proses pengadaan peralatan lab,” ujarnya.
LPPT, kata Kuwat, berencana akan terus meningkatkan kuantitas dan kualitas alat-alat laboratorium di Fakultas melalui peningkatan sistem tata kelola dan pemutakhiran data dan dokumen agar laboratorium UGM bisa menerapkan good laboratory practice.