Tiada Obat di Puskesmas Lite, Wabup Flotim Meradang
LARANTUKA — Wakil Bupati Flores Timur, meminta agar kepala Puskesmas Lite kecamatan Adonara Tengah segera membenahi manajemen puskesmas Lite dan menyiapkan obat-obatan sesuai standar yang berlaku di sebuah pelayanan kesehatan semisal Puskesmas.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli,SH saat dihubungi Cendana News Kamis (27/7/2017) terkait hasil inspeksi ke puskesmas Lite dan menemukan ketiadaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah ini.
“Saya merasa kesal setelah mendapat laporan dari masyarakat terkait pelayanan di sarana kesehatan ini dimana sering dikatakan tidak ada obat dan kepala puskesmas serta pegawai jarang masuk kantor,” ungkapnya.
Dikatakan Agus, dalam laporan masyarakat dikatakan bahwa kepala puskesmas sering tidak masuk kantor dan para pegawai juga masuk kantor jam 9 bahkan jam 10 pagi serta loket pelayanan sudah ditutup jam 12.00 WITA.
“Ini kan tidak benar sebab seharusnya jam kerja mulai jam 07.15 WITA sampai jam 14.00 WITA hari Senin sampai Jumat tapi kenapa kalau hari Senin banyak pegawai yang masuk kerja sampai jam 10 pagi,” tuturnya.
Mantan Anggota DPRD Flotim dua periode tersebut melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) didampingi Camat Adonara Tengah Valentinus Basa membuat kepala Puskesmas Lite kaget mendapat kunjungan ini.
Kepada kepala Puskesmas Lite Agus sapaannya mengatakan, dari laporan masyarakat yang diterimanya, kepala puskesmas dan stafnya malas masuk kantor dan para staf pun juga sama sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan.
Kepala Puksemas Lite Simon Seli Demon di hadapan Wakil Bupati mengakui jarang masuk kantor dan kadang ada urusan kerja lain. Dirinya pun mengakui kedisiplinan pegawai pun masih sangat rendah.
Kepala Puskesmas menambahkan, kelangaan obat masih menjadi persoalan karena belanja obat sifatnya belanja langsung oleh puskesmas itu sendiri. dan uang untuk pembelanjaan obat yang ada di Dinas Kesehatan Flotim baru cair Juli ini.
Menangapi hal ini Ahus berjanji akan menindaklanjuti keluhan terlambatnya pencairan dana ke Dinas Kesehatan Flotim dan meminta agar para pegawai sudah mulai merubah kebiasaan tidak disiplin dalam bekerja..
“Saya tegas mengatakan bahwa tidak boleh lagi terjadi. Belum lagi aktivitas di Kantor ini juga kurang. WC sudah 1 tahun pun dibiarkan rusak tanpa ada perbaikan. Bukankah perbaikan WC bisa juga dipakai dengan dana-dana lain?
Untuk diketahui, Puskesmas Lite di Pulau Adonara merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang masih berstatus puskesmas rawat jalan sehingga bupati dan wakil bupati Flotim berjanji akan menaikan statusnya menjadi Puskesmas rawat inap.