Serunya Festival Perahu Naga Laguna Pantai Depok Bantul
BANTUL —- Suasana kawasan Laguna Pantai Depok, Bantul, nampak berbeda dari biasanya Minggu (09/07/2017) hari ini. Warga masyarakat dan wisatawan nampak memenuhi kawasan ini sejak pagi. Mereka sengaja datang untuk menyaksikan Festival Perahu Naga 2017.
Sekitar 20 tim dari berbagai wilayah DIY dan sebagian Jawa Tengah meramaikan ajang tahunan yang digelar Persatuan Olahraga Dayung Indonesia (Podsi) DIY bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Bantul dan DIY.
Ketua Umum Podsi DIY, Martoyo, mengatakan sejumlah peserta tak hanya berasal dari DIY, namun juga ada dari Cilacap dan Purworejo. Termasuk juga Pol Air DIY, TNI serta Mapala. Untuk teknis perlombaan sendiri mengacu pada lomba nasional dengan batas umur minimal kelahiran 1993.
“Untuk jarak sebenarnya sesuai aturan nasional 500 meter, namun karena sulit mencari trek lurus sepanjang itu maka kita hanya menggunakan jarak 400 meter,” katanya Minggu (08/07/2017).
Satu tim dayung sendiri terdiri dari 12 orang dengan sebanyak 10 orang pendayung. Sementara dua orang lainnya bertugas sebagai pengendali arah dan penyemangat atau penabuh.
Sementara itu, Kabid Pengembangan Pariwisata Bantul, Aria Nugrahadi, mengatakan penyelenggaraan ajang Festival Perahu Naga ini memiliki banyak manfaat. Baik dari sisi pariwisata, budaya maupun olahraga prestasi.
“Selain dapat menjadi daya tarik wisata. Ajang ini juga untuk meneguhkan budaya DIY yang plural. Seni budaya tumbuh dan berkembang tanpa adanya gesekan. Sementara dari sisi olahraga, ajang ini juga dapat memacu dan menumbuhkan bibit atlit dayung di DIY,” katanya.
Salah seorang peserta, Andri Bimantara, dari klub Jangkar Muda Bantul, berharap acara semacam ini dapat lebih diperbanyak untuk melatih dan mempersiapkan calon atlit agar memiliki jam terbang serta mengukur kemampuan.
“Sangat bagus dan kalau bisa lebih sering digelar ajang semacam ini. Agar kita bisa mengevaluasi kemampuan dan melatih diri lebih baik lagi,” katanya.
Sementara salah seorang warga masyarakat yang ikut menonton Festival Perahu Naga, Sujilah, asal Bantul mengaku sengaja datang untuk melihat acara ini bersama keluarga. Ia mengaku cukup terhibur dengan acara yang jarang ditemui di DIY ini.
“Bagus sebagai alternatif tontonan saat liburan. Apalagi pelaksanaannya bersamaan dengan Festival Layang-layang di Parangkusumo. Jadi kita bisa sekaligus menonton karena tempatnya tidak terlalu jauh,” katanya.