Sektor Budidaya Ikan, DIY Fokus Pada 5 Komoditas Unggulan
YOGYAKARTA — Dinas Kelautan dan Perikanan DIY fokus mengembangkan sektor budidaya ikan pada 5 produk potensi unggulan yang dimiliki.
Kepala Bidang Perikanan DKP DIY, Suwarman Partosuwiryo, mengatakan DIY memiliki komoditas ikan budidaya unggulan antara lain ikan lele, nila, gurami, udang vaname dan galah, serta ikan hias.
“Saat ini kita memang lebih fokus pada pengembangan ikan budidaya. Lima jenis ikan unggulan yang ada di DIY kita dorong agar pengembangannya bisa maksimal, baik itu ikan tawar konsumsi atau ikan hias,” katanya belum lama ini.
Suwarman mengatakan, pengembangan usaha budidaya ikan di DIY sudah berjalan cukup baik. Meskipun produksi ikan yang dihasilkan masih belum mencukupi kebutuhan pasar karena tingginya permintaan. Salah satu kendala yang dihadapi para petani dalam pengembangan usaha budidaya adalah soal pakan.
Tak sedikit peternak atau pembudidaya ikan masih tergantung pada ketersediaan pakan yang dijual di pasaran. Harga pakan yang cukup mahal juga menjadi kendala bagi para peternak atau pembudidaya dalam mengembangkan usahanya.
Mengantisipai hal itu, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan DIY sendiri terus melakukan upaya sosialisasi melalui program pakan mandiri.
“Terkait masalah pakan, kita rutin melakukan penyuluhan dan pelatihan lewat program pakan mandiri. Peternak kita ajak untuk membuat pakan sendiri sebagai upaya menekan tingginya kebutuhan pakan. Saat ini sudah berjalan dan sudah mampu mengurangi ketergantungan peternak pada pakan buatan pabrik,” katanya.
Tak hanya soal pakan, penyuluhan dan pelatihan juga rutin dilakukan untuk mengatasi persoalan terkait hama. Salah satunya melalui program gerakan faksinasi ikan.
Gerakan ini dilakukan agar para peternak memiliki kesadaran untuk memvasksinasi ikan, agar ikan tidak mudah terserang hama penyakit dan produksi yang dihasilkan bisa meningkat.
Sementara itu, Suwarman menjelaskan dari 5 Kabupaten/Kota yang ada di DIY, hampir seluruhnya memiliki potensi pengembangan sektor budidaya ikan. DIY bahkan memiliki 2 kawasan Minapolitan yang ada di Kecamatan Ngemplak, Sleman dan Playen, Gunungkidul.
“Ngemplak, merupakan kawasan Minapolitan yang fokus pada budidaya ikan nila. Sedangkan Playen lebih ke ikan lele,” katanya.
Meski dinilai cukup efektif, pengembangan kawasan Minapolitan sendiri saat ini tidak lagi dilanjutkan karena sudah tidak menjadi fokus program di tingkat pusat.
Padahal DIY sebenarnya masih memiliki sejumlah kawasan yang bisa dikembangkan sebagai kawasan Minapolitan. Seperti kawasan Brebah, Sleman, ataupun kawasan Nanggulan, Kulonprogo.
“Di sejumlah kawasan ini sumber air berlimpah. Sehingga sangat potensial dikembangkan sebagai kawasan Minapolitan. Hanya saja karena di tingkat pusat program ini sudah tidak jadi prioritas, maka daerah juga sulit untuk melakukan pengembangan,” katanya.