Satpol PP dan PK Data Potensi Usaha di Kecamatan Ketapang
LAMPUNG — Anggota satuan polisi pamong praja dan pemadam kebakaran (Satpol PP dan PK) Kabupaten Lampung Selatan melakukan pendataan sejumlah potensi usaha di wilayah kabupaten tersebut terutama sektor usaha pendukung bidang pariwisata.
Menurut Deni Yusuf selaku anggota Satpol PP dan PK Lamsel, pendataan merupakan perintah Sekretaris Daerah Kabupaten Lamsel berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Lampung Selatan. Kebijakan itu untuk mengetahui jumlah potensi usaha meliputi sektor usaha hiburan, kuliner dan wisata.
Pendataan yang dilakukan secara serentak di sebanyak 17 kecamatan di Lampung Selatan diakui Deni Yusuf akan dilaporkan ke pihak kecamatan dan selanjutnya ke pihak kabupaten. Pendataan ini di bawah seksi ketentraman dan ketertiban Satpol PP dan PK Kecamatan Ketapang.
Deni menyebut pendataan dilakukan di beberapa desa yang ada di kecamatan pesisir pantai timur Lampung dan berada di sepanjang Jalan Lintas Timur Sumatera. Pendataan tersebut diakuinya untuk melihat potensi usaha khususnya skala kecil menengah yang memanfaatkan keberadaan Jalan Lintas Timur Sumatera sebagai lokasi usaha.
“Sesuai instruksi sekda dan juga dinas pariwisata seni dan budaya pendataan ini merupakan langkah untuk melihat potensi usaha yang ada di setiap desa dan kecamatan khususnya usaha kecil yang ikut menyumbang dan menyokong perekonomian sekaligus pendukung sektor wisata,” terang Deni, Selasa siang (12/7/2017)
Pada pendataan tahap awal Deni Yusuf mengaku melakukan pendataan sejumlah tempat wisata di Kecamatan Ketapang yang berada di sepanjang garis pantai Timur Lampung di antaranya pantai alami di Desa Ruguk, Pantai Agro di Desa Legundi dan Pantai Puri Dewata di Desa Tridharmayoga.
Potensi tempat wisata bahari yang banyak dikunjungi wisatawan saat liburan tersebut diakuinya menjadi potensi usaha yang dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk menyediakan jasa wisata dan sebagian warga untuk berdagang.
Selain tempat wisata bahari yang masuk dalam kategori tempat hiburan menurut Deni pendataan juga dilakukan terhadap penginapan atau hotel yang ada di Jalan Lintas Timur Sumatera salah satunya penginapan bambu kuning di Desa Ketapang.
Hingga siang ini sebanyak 25 tempat usaha khusus rumah makan skala kecil sudah terdata dari sebanyak 35 tempat usaha warung makan atau kuliner di seluruh desa yang ada di Ketapang.
Selain melakukan pendataan potensi usaha Deni Yusuf juga menyebut kepada sejumlah pemilik usaha hiburan,rumah makan sesuai instruksi setiap pemilik usaha diminta untuk melengkapi perizinan usaha yang untuk skala kecil menengah saat ini bisa dilakukan di kecamatan dan skala menengah hingga besar dilakukan di badan penanaman modal dan perizinan terpadu di kabupaten.
“Sebagai tim pendataan kami juga diminta memberikan himbauan kepada pemilik usaha untuk melengkapi perizinan dan jika izin usaha sudah mendekati masa habis bisa melakukan perpanjangan izin,” ungkap Deni Yusuf.
Pendataan tersebut diakuinya akan menjadi catatan pihak kecamatan terkait usaha di bidang kuliner, hiburan dan penginapan yang ikut menyokong perekonomian di sepanjang Jalan Lintas Timur Sumatera. Potensi usaha di wilayah Ketapang terdiri dari banyak jenis UKM berbentuk kerajinan dan usaha skala besar diantaranya pertambakan dan pabrik.
Ia menyebut pendataan tersebut sekaligus menjadi evaluasi bagi pihak kecamatan untuk memberi iklim usaha yang mudah dengan banyak tumbuh dan berkembangnya sektor usaha kecil dan menengah yang mendukung sektor wisata.
Beberapa tempat usaha kuliner yang berada di sepanjang Jalan Lintas Timur Sumatera tersebut selain menjadi magnet bagi konsumen juga menghidupkan perekonomian di wilayah tersebut sebelum adanya proyek Jalan Tol Trans Sumatera.
Deni menyebut dengan adanya puluhan tempat usaha yang masih tetap bertahan hingga saat ini dipastikan akan terpengaruh dengan adanya Jalan Tol Trans Sumatera dimana pelanggan beberapa warung makan akibat arus kendaraan menggunakan Jalan Lintas Timur Sumatera. Setelah keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera ia bahkan memprediksi investasi dan juga sektor usaha di Jalan Lintas Timur Sumatera akan terimbas.