Ramainya Kampung Pelangi tak Pengaruhi Omzet Kembang Setaman
SEMARANG – Meskipun berada di satu lokasi, banyaknya pengunjung Kampung Pelangi tidak berpengaruh pada omzet penjualan bunga di Pasar Kembang Setaman. Letak Pasar Kembang Setaman sendiri berada di depan Kampung Pelangi sehingga dapat dikatakan Pasar Kembang Setaman merupakan gerbang menuju Kampung Pelangi.
Sejak dibukanya Kampung Pelangi sebagai kampung wisata, jumlah pengunjung Kampung Pelangi tiap harinya semakin bertambah. Hal ini memberikan harapan kepada para penjual bunga di Pasar Kembang Setaman akan semakin bertambahnya omzet penjualan bunga di tokonya. Namun harapan itu belum menjadi kenyataan.
Salah satu pedagang bunga di Pasar Kembang Setaman, Wiwik Widyowati, mengaku bahwa omzet dari penjualan bunga di tokonya sama saja dan tidak bertambah sejak adanya dibukanya Kampung Pelangi. Wanita yang akrab dipanggil Wiwik ini awalnya berharap agar toko bunganya juga ikut ramai pembeli karena tiap harinya banyak sekali orang yang mengunjungi Kampung Pelangi.
“Rata-rata pedagang bunga di sini berharap tokonya jadi semakin laris, tapi kenyataannya tidak demikian. Jarang sekali pengunjung Kampung Pelangi yang mampir ke toko bunga. Rata-rata mereka hanya menumpang parkir di depan toko bunga saja,” jelas Wiwik saat ditemui, Selasa (11/7/2017).
Wiwik berharap agar pengunjung Kampung Pelangi juga bisa tertarik untuk mampir ke toko-toko bunga yang dilewati untuk menuju Kampung Pelangi. Dia juga berharap adanya upaya pemerintah yang massif untuk mempromosikan Pasar Kembang Setaman semassif promosi Kampung Pelangi.
“Kami sebagai pedagang di Pasar Kembang Setaman pengennya kedua ikon Kota Semarang ini sama-sama ramai. Kampung Pelangi ramai pengunjung, Pasar Kembang Setaman juga ramai pembeli,” imbuh Wiwik.
Sementara itu, salah satu pengunjung Kampung Pelangi, Deviana Masyita, mengatakan bahwa dirinya datang ke Kampung Pelangi karena penasaran dengan Kampung Pelangi yang booming di media sosial. Namun, pada saat datang ke Kampung Pelangi dirinya tidak tertarik untuk membeli bunga di Pasar Kembang Setaman yang dilewatinya. Alasannya karena dia tidak tahu harga-harga bunga yang dijual di Pasar Kembang setaman.
“Saya sebenarnya tertarik untuk membeli beberapa bunga untuk dijadikan properti foto di Kampung Pelangi. Hanya saja, saya yang tidak biasa membeli bunga khawatir kalau ternyata harga bunganya mahal. Harusnya sih para pedagang bunga bisa memasang papan daftar harga bunga, sehingga kami sebagai pengunjung jadi tertarik untuk membelinya jika harganya cocok,” ujar Devi.
Menurut Devi, sangat wajar bahwa banyak pengujung Kampung Pelangi yang tidak tertarik mampir ke Pasar Bunga Setaman. Hal ini dikarenakan kurangnya promosi di media sosial mengenai Pasar Kembang Setaman baik dari para pedagang maupun dari pengelola. Selain itu, para pedagang bunga juga tidak melakukan promosi langsung di toko-tokonya, tidak ada papan-papan promosi, tidak ada sample-sample bunga yang bisa dijadikan properti foto yang bisa menjadikan pengunjung Kampung Pelangi tertarik.
“Seharusnya pedagang bunga di Pasar Kembang Setaman bisa melakukan promo-promo khusus di tokonya sehingga bisa langsung dilihat oleh pengunjung yang kebetulan lewat. Saat ini tidak ada promo atau tawaran apa pun sebagai inisiatif dari para pedagang bunga. Jadi banyak pengunjung yang akhirnya hanya numpang parkir dan numpang lewat saja,” kata Devi.
Harapan dari Devi, para pedagang bunga di Pasar Kembang Setaman bisa berinisiatif untuk membuat pengunjung Kampung Pelangi bisa tertarik membeli bunga di tokonya. Supaya omzet dari penjualan bunga pun ikut bertambah dengan semakin bertambah pula pengunjung Kampung Pelangi.