Program BPNT Kemensos Perlu Dievaluasi, Serapan Rendah

PADANG — Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengaku tidak heran dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang tidak berjalan secara optimal, karena program itu dinilai belum terkonsep secara matang. Untuk itu, Edhy meminta pemerintah mengevaluasi program BPNT yang realisasinya secara nasional hingga saat ini masih dibawah 20 persen.

“Kehadiran BPNT ini terkesan tergesa-gesa dan program yang diusungkan oleh Kementerian Sosial ini itu juga patut dipertanyakan. Karena di Komisi IV sendiri baru mengetahui ujung-ujungnya,” katanya, di Padang, saat mendatangi Gudang Bulog di Pampangan Bypass Padang, Senin (31/7/2017).

Menurutnya, program BPNT tersebut bisa memicu konflik sosial berupa kecemburuan antar masyarakat. Karena untuk penerima rastra yang merupakan masyarakat pedesaan dapat beras subsidi, masih harus mengeluarkan uang. Sementara penerima BPNT di perkotaan mendapat kiriman uang untuk ditukar beras, minyak atau gula pasir tanpa membayar sepersen pun.

“Jadi perlu rasanya Kementerian Sosial untuk mengevaluasi program BPNT itu, dan menyiapkan konsep yang lebih baik lagi,” tegasnya.

Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo yang didamping oleh Kepala Bulog Divre Sumbar Benhur Ngkaim saat berada di dalam Gudang Bulog di Pampangan Padangi/Foto: M. Noli Hendra

Sementara itu, Direktur Komersial Perum Bulog Febriyanto mengatakan, penyaluran BPNT seluruh Indonesia dan juga termasuk di Kota Padang, masih dibawah 20 persen. Bahkan, pada tiga bulan pertama di tahun 2017 BPNT terhenti, meski Bulog sudah menyediakan komoditas yang akan diambil masyarakat.

Ia menyebutkan, banyak persoalan sehingga tidak optimalnya dilaksanakan program BPNT itu yaitu mulai dari permasalahan data penerima, kesiapan sarana dari bank mitra penyaluran BPNT.

“Komoditi telah kita sediakan untuk kebutuhan selama enam bulan, seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir, tapi yang terserap masih dibawah 20 persen,” ungkapnya.

Sebelumnya pemerintah meluncurkan program BPNT yang merupakan transformasi Rastra yang digagas Kemensos. Untuk program BPNT itu terbatas untuk 45 kota dan 6 kabupaten di seluruh Indonesia. Masyarakat penerima manfaat mendapat transfer uang senilai Rp 110.000 melalui BRI. Bagi penerima Rastra bisa mengambil bantuan, setelah mendapatkan kartu dari BRI. Dengan menggunakan kartu, penerim Rastra bisa mencarikan uang untuk ditukarkan dengan bahan pangan, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu melalui Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar disejumlah tempat.

Lihat juga...