Program AUTS, Pemerintah Berikan Subsidi 80 Persen bagi Peternak
YOGYAKARTA – Minimnya minat peternak di DIY untuk ikut serta dalam program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) disayangkan sejumlah pihak termasuk Dinas Pertanian DIY. Padahal program AUTS dinilai sangat membantu peternak dalam mengembangkan usaha ternak. Terlebih peternak tak perlu membayar penuh premi asuransi karena pemerintah memberikan bantuan subsidi hingga 80 persen.
Kepala Seksi Pemasaran dan Pembiayaan, Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Dinas Pertanian DIY, Widayat, menjelaskan, program Asuransi Usaha Ternak Sapi atau (AUTS) merupakan program pemerintah melalui Kementrian Pertanian dalam membantu pengembangan usaha ternak sapi.

Bekerjasama dengan perusahaan asuransi Jasindo, pemerintah memberikan kesempatan bagi peternak untuk mengasuransikan ternaknya. Cukup dengan membayar premi Rp40 ribu per tahun, peternak akan mendapat ganti rugi klaim sebesar Rp10 juta apabila ternak yang diasuransikan tersebut mati.
“Asuransi ini khusus untuk sapi betina produktif. Baik itu sapi perah atau sapi indukan. Dengan usia minimal 1 tahun,” ujar Widayat.
Dijelaskan, pembayaran premi asuransi sebesar Rp40 ribu per satu ekor ternak per tahun tersebut dinilai sangat ringan. Karena semestinya peternak harus membayar premi sebesar Rp200 ribu per tahun. Namun karena 80 persen pembayaran disubsidi oleh pemerintah, yakni sebesar Rp160 ribu, maka peternak hanya perlu membayar Rp40 ribu saja.
“Klaim akan didapat peternak jika ternaknya mati, baik itu karena kecelakaan maupun sakit, termasuk saat melahirkan. Peternak akan mendapat ganti rugi Rp10 juta,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian DIY, Sutarno, menyebut, sampai saat ini jenis ternak yang lebih banyak diikutsertakan dalam program AUTS adalah jenis sapi perah. Hal itu disebabkan karena jenis sapi perah memiliki risiko kematian lebih tinggi dibanding jenis sapi lainnya.
Meski keikutsertaan peternak dalam program AUTS ini masih minim, ia mengaku akan terus melakukan upaya sosialisasi kepada para peternak yang tersebar di kelompok ternak di DIY. Diharapkan dengan upaya sosialisasi secara terus menerus akan semakin banyak ternak di DIY diasuransikan. Sehingga usaha pengembangan ternak sapi di DIY akan terus maju.
“Karena selain peternak, kita, Dinas Pertanian, sebagai penerima manfaat juga sangat diuntungkan dengan adanya asuransi ini,” katanya.