Pemerintah Impor 75.000 Ton Garam Australia

JAKARTA — Guna mengatasi tingginya gharga garam saat ini, Pemerintah memastikan akan mengimpor garam dari Australia. Pada pekan depan, garam impor tersebut diperkirakan tiba di Indonesia, dan diharapkan mampu menstabilkan harga garam dalam waktu singkat.

Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, menjelaskan, Pemerintah telah memastikan dan memutuskan untuk mengimpor garam sebanyak 75.000 ton dari Autralia. Garam tersebut diimpor melalui PT. Garam (Persero), yang selama ini ditunjuk sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya mengurusi masalah garam.

“Dipastikan, Pemerintah akan mengimpor garam sebanyak 75 ribu ton dari negara tetangga, yaitu Australia, dalam satu pekan atau satu minggu ke depan garam impor tersebut sudah masuk ke Indonesia, perizinan impor garam tersebut berdasarkan kesepakatan beberapa lembaga atau kementerian terkait lainnya. Mudah-mudahan harga garam di pasaran kembali normal dan stabil dalam waktu singkat”, kata Enggartiasto, di Jakarta, Senin (31/7/2017).

Enggartiasto juga menjelaskan, Australia dipilih karena faktor jarak atau letak geografisnya tidak terlalu jauh dengan Indonesia. Impor garam yang dilakukan oleh PT. Garam, menurutnya juga telah lama dibicarakan atau dengan kata lain telah sesuai dengan kesepakatan antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Enggartiasto juga menjelaskan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait lainnya, seperti Bareskrim POLRI, Kementerian KKP dan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri dan lembaga terkait lainnya.

Lihat juga...