Pasien Menumpuk, RSUD se-Sumbar Diharapkan Tingkatkan Peralatan Medis
PADANG — Penumpukan pasien yang terjadi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil Padang, Sumatera Barat, dinilai salah satu bentuk masih belum mampunya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk melayani pasien hingga sembuh, karena keterbatasan peralatan medis dan Sumber Daya Manusia (SDM) di setiap RSUD.
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, RSUD perlu untuk memiliki alat-alat medis yang mampu untuk melayani pasien, mulai dari penanganan pasien hingga pasien tersebut dinyatakan sembuh.
Selama ini, cukup banyak RSUD yang ada di Sumbar ini tidak lagi mampu untuk melakukan penanganan pasien karena keterbatasan alat medis, sehingga pasien-pasien yang ada di RSUD, harus dirujuk ke RSUP. M. Djamil Padang.
“Di Sumbar ada 19 kabupaten/kota, hampir dari sejumlah pasien yang tak mampu dilayani oleh RSUD di rujuk ke RSUP. M. Djamil Padang. Bahkan juga ada rumah sakit luar dari Sumbar juga merujuk ke RSUP. M. Djamil Padang. Akibatnya, terjadi penumpukan pasien dan terjadi protes dari keluarga pasien, karena merasa tidak mendapat pelayanan yang maksimal,” ucap Nasrul, saat melakukan kunjungan kerja RSUD Solok, Rabu (19/7/2017).
Menurutnya, solusi untuk meminimalisir penumpukan pasien di RSUP. M. Djamil Padang, perlu adanya peningkatan peralatan medis disetiap RSUD, serta butuhnya penambahan SDM seperti dokter ahli dan dokter specialis. Dengan demikian, RSUD tidak perlu lagi melakukan rujukan ke RSUP. M. Djamil Padang.
“Jadi kalau peralatan medis sudah bagus dan mumpuni, diselesaikan saja di RSUD, mulai dari penanganan pasien hingga pasien itu sembuh. Di sisi lain, tentunya bisa menambah pendapatan dari RSUD tersebut, karena telah melayani pasien mulai dari penanganan hingga sembuh,” katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD Solok Drg. Ernoviana, M.Kes mengatakan, khusus di RSUD Solok dari sisi peralatan medis cukup bagus, dan begitu juga untuk fasilitasnya, serta juga ada dokter ahli sebanyak 28 orang. Untuk peralatan medis sendiri, RSUD Solok sudah bisa melayani pasien yang ingin cuci darah,
“Sejauh ini, RSUD Solok tidak hanya melayani masyarakat yang ada di Solok saja, tetapi juga ada rujukan dari Kabupaten Dharmasraya, Sijunjung, dan Sawahlunto. Kondisi yang demikian membuat aktivitas pelayanan pasien di RSUD Solok ini cukup ramai, karena dari jumlah 258 tempat tidur pasien yang kita miliki, rata-rata setiap harinya itu dihuni oleh pasien,” ujarnya.
Namun seiring adanya imbauan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terkait perlu adanya peningkatan peralatan medis dan SDM, tentunya, kata Drg. Ernoviana, RSUD Solok akan mengupayakan hal tersebut. Mengingat, RSUD Solok berkomitmen memberikan pelayanan yang baik dan nyaman kepada pasien.