KWN Memberdayakan Isteri Nelayan Lewat Olahan Ikan
MAKASSAR — Banyaknya para nelayan yang masih terjebak dengan tengkulak berimplikasi pada ekonomi mereka. Akibat kesejaterahan buruk mempengaruhi kehidupan keluarga. Tidak mengheran di kalangan keluarga nelayan terdapat anak yang putus sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan pada perempuan, serta pernikahan anak pada usia dini dan terjerat utang piutang.
Melihat fenomena yang terjadi pada kehidupan masyarakat pesisir di wilayah Pelabuhan Rakyat Paotere, seorang perempuan bernama Nuraeni hadir dan berinisiatif membuat Kelompok Wanita Nelayan (KWN).
Dengan kelompoknya ini Nuraeni memberdayakan para isteri nelayan. Dia membuat produk dari olahan ikan seperti abon, otak, bandeng cabut tulang, dan bakso ikan dan mengajarkannya pada wanita nelayan.
Menurut Nuraeni sebelum KWN ini berdiri banyak pelanggaran yang terjadi pada anak dan isteri nelayan. itu semua disebabkan karena ekonomi yang tidak sehat.
“Di KWN para wanita nelayan dibina dan dibekali pengetahuan dalam membuat hasil olahan laut sehingga dapat memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” jelas pembina KWN ini di kantornya di Jalan Barukang 3 pada Cendana News, Rabu (19-07-2017).
Bahkan produk hasil olahan para isteri nelayan ini dijual kebeberapa toko oleh-oleh khas Sulsel yang ada di Makassar. Produk yang paling diminatti khalayak ramai adalah abon ikan tuna. Harga jual untuk produk abon ikan tuna dipatok dari harga Rp50.000-Rp75.000 per produk.
Pada saat musim libur KWN ini akan mendapat banyak omzet dari penjualan produk abon ikan tuna. Sehingga para isteri nelayan akan mendapat tambahan uang dari hasil produk hasil olahan ikan ini. Sehingga bisa membantu suami mereka dan tidak berharap pada penghasilan sang suami saja.
Nuraeni menambahkan bahwa dengan adanya KWN ini para istri nelayan tidak hanya semata-mata hanya berharap pada sang suami saja. Para isteri nelayan bisa membantu mencari penghasilan sang suami.
“Setidak para istri bisa membiayai anak-anak mereka yang sedang sekolah dan membantu suami mereka saat tidak melaut, ” imbuhnya.
Tidak hanya membantu pemasukan bagi istri para nelayan ini. Namun, omzet yang diperoleh juga biasanya digunakan untuk para lansia yang ada di kota Makassar. KWN mempunyai jadwal rutin untuk mengunjungi para lansia.
Para isteri nelayan sangat mengapresiasi dengan kehadiran adanya KWN ditengah mereka. Salah satunya ira sangat senang dengan kehadiran KWN.
Menurut Ira yang merupakan salah satu isteri dari seorang nelayan sangat senang dengan kegiatan yang ada di KWN. Tidak hanya membagi keterampilan dalam mengolah produk ikan namun, juga di bekali tambahan pendidikan.
“Saya bisa membantu suami saya dalam mencari pengahasilan tambahan kebetulan tugas saya menggoreng untuk satu kali menggoreng abon ikan saya mendapat upah Rp500.000,”. ungkapnya.