Pandeglang Kembangkan Potensi Jagung Hibrida

PANDEGLANG – Bupati Pandeglang, Provinsi Banten, Irna Narulita, meminta petugas penyuluh lapangan (PPL) pertanian mendampingi para petani dalam mengembangkan jagung hibrida.

“Kami harap penyuluh mendampingi para petani, dan bekerja bareng untuk hasil jagung yang lebih bagus,” katanya di Pandeglang, Jumat (14/7/2017).

Ia menyatakan optimisis jika terus didampingi dan diarahkan dalam pengelolaan lahan dan mengurus jagung, produksi panen bisa maksimal. “Jika produksinya banyak, maka hasil yang diperoleh para petani juga lebih banyak, sehingga mereka tertarik untuk terus mengembangkan jagung hibrida,” katanya.

Mengembangkann jagung hibrida, kata dia, memiliki prospek yang sangat bagus karena kebutuhan komoditi tersebut secara nasional, termasuk di Banten cukup tingi. “Kebutuhan jagung hibrida di Banten saja mencapai 10 ribu ton per hari, jadi prospeknya sangat bagus. Petani juga tidak perlu khawatir, karena sudah ada perusahaan yang siap menampung hasil panennya,” ujarnya.

Pada 2017, Kabupaten Pandeglang ditargetkan pengembangan jagung hibrida 85 ribu hektare, diharapkan ke depan bisa terus bertambah. “Kita potensial untuk terus mengembangkan jagung hibrida, karena masih banyak lahan tidur yang dapat dimanfaatkan untuk menanam jagung itu. Kita harapkan dari 10 ribu ton per hari kebutuhan jagung di Banten, 40-50 persen bisa dipasok dari Pandeglang,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid, mengatakan kebutuhan jagung di daerah itu mencapai 10 ribu ton per hari. Untuk itu, pada 2017 pengembangan jagung lebih fokus dan ditargetkan selama tahun dilakukan penanam jagug seluas 150 ribu hektare.

Ia menjelaskan, luas areal tanam jagung untuk Provinsi Banten yang sudah ada calon petani dan calon lahan (CPCL) mencapai 128.095 hektare.

Agus berharap kepada Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) yang ada di Provinsi Banten harus dapat jemput bola untuk menampung hasil jagung dari para petani, setelah program penanaman dilaksanakan.

Dengan GPMT jemput bola ke petani di Banten, jelas akan mengurangi ongkos produksi perusahaan karena tidak terlalu jauh. Selain itu, ada perusahaan yang menampung jagung hasil panen petani juga akan mendorong animo petani mengembangkan tanaman itu. (Ant)

Lihat juga...