Manisnya Desa Mandiri Lestari Mulai Dinikmati Warga Samiran

SOLO — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Pemberdayaan masyarakat di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sebagai Desa Mandiri Lestari, yang ditandai dengan hadirnya Homestay Damandiri, kian kokoh berdiri. Terlebih, sejak mendapat sentuhan dari Yayasan Damandiri, Kampung Jrakah, Desa Samiran, mempunyai sebutan tersendiri, yakni kampung homestay yang menjadi penyangga destinasi wisata yang ada di Gunung Merbabu dan Merapi.

Desa Samiran sebagai Desa Mandiri Lestari kian dimantapkan dengan adanya Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera sebagai badan usaha bersama. Koperasi Damandiri yang ada di Desa Samiran, sejak didirkan pada awal 2017, perkembangannya cukup bagus dan dirasakan masyarakat. Jumlah anggota koperasi yang awalnya hanya 21 orang, saat ini bertambah menjadi 45 orang. Keberadaan warung Damandiri sebagai bentuk usaha koperasi juga kian berkembang pesat.

“Warung kafe Damandiri saat ini sudah mulai dikenal masyarakat banyak. Untuk akhir pekan seperti ini, biasanya sudah tidak muat tempatnya. Kita akhirnya buat untuk lesehan,” ucap Ketua Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera, Tiyono kepada Cendana News, Sabtu (22/7/2017).

Berbenah, pemilik homestay Damandiri percantik hunian. Foto: Harun Alrosid

Perkembangan koperasi tak hanya bertambahnya anggota, namun kegiatan koperasi seperti simpan pinjam anggota juga sudah mulai berjalan. Pertemuan koperasi yang digelar setiap bulan sekali juga sudah mulai rutin dihadiri para anggota. Pertemuan yang membahas evaluasi dan program kerja koperasi ke depan, lanjut Tiyono, juga telah rutin dilaporkan kepada pembina koperasi. “Termasuk perkembangan homestay juga sudah bagus dari tingkat huniannya. Seluruhnya rutin kami laporkan,” jelas dia.

Pengunjung homestay Damandiri di Desa Samiran, rata-rata tiap bulan juga mengalami tren postif. Ada homestay yang menerima kunjungan 2-3 wisatawan per bulan, namun bagi yang sudah ramai dalam sebulan mampu dikunjungi 8 wisatawan. Pengurus koperasi mengaku telah membuat langkah agar pengunjung homestay mendaftar melalui warung koperasi. Tujuannya agar pengunjung lebih merata kepada pemilik homestay yang masuk anggota koperasi.

“Kita sebenarnya sudah membuat program agar tamu-tamu datang ke koperasi dan bayar di sana (koperasi). Setelah bayar kita antar ke pemilik homestay. Jadi untuk tingkat hunian homestay ini kita usahakan merata, semuanya dapat tamu,” papar Tiyono.

Meski sudah ada jalan alternatif agar seluruh homestay di Samiran pengunjungnya merata, namun langkah yang ditempuh pengurus koperasi tidak selalu mulus. Sebab, ada beberapa pemilik homestay yang keberatan jika seluruh tamu yang ingin menginap harus mendaftar melalui warung koperasi. Terutama mereka yang memiliki lokasi homestay yang sangat strategis sehingga mudah mendapatkan pengunjung. “Ini yang kita terus coba pecahkan agar seluruh anggota koperasi baik yang memiliki homestay maupun tidak dapat bekerjasama,” urainya.

Sejak didirkan pada awal 2017, perputaran keuangan di koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera juga terus meningkat. Pada Januari dan Februari 2017 lalu, perputaran uang di koperasi sudah mencapai Rp 12.000.000–Rp 13.000.000. Pada Juni kemarin, perputaran uang di koperasi sudah menembus angka Rp 18.000.000. “Yang paling banyak penerimaan justru penjualan makanan olahan warung Damandiri. Untuk homestay juga sudah ada pemasukannya, namun belum bisa sebesar warung koperasi,” tandas Tiyono.

Keberadaan Damandiri juga sangat dirasakan oleh anggota koperasi. Adanya homestay Damandiri seakan menjadi kail sehingga perekonomian warga Samiran kian bergeliat. Terbukti, sejak adanya bantuan dari Damandiri, tingkat kesejahteraan warga Samiran semakin meningkat. “Dulu saya dibuatkan dua kamar homestay oleh Damandiri. Setelah enam bulan, saya bisa bangun dua kamar lagi. Alhamdulillah uangnya ini hasil sewa homestay dan sebagian uang tabungan saya,” kata Suparmi, pemilik homestay Nuansa Baru.

Tak hanya wisatawan lokal, namun wisatawan luar negeri juga sudah banyak yang singgah di homestay milik Suparmi. Seperti wisatawan asing dari Malaysia, Belanda, Perancis serta Singapura. Dalam sepekan, homestay Nuansa Baru miliknya ini bisa dikunjungi 2-3 wisatawan. Sebagian besar pelanggannya datang untuk menikmati pemandangan di gunung Merapi dan Merbabu. “Kalau yang anak muda biasanya ingin muncak gunung. Sehari nginep di homestay, selanjutnya ngecame di gunung,” ungkap dia.

Selain menjadi penggerak roda perekonomian warga Samiran, keberadaan Damandiri juga dirasakan pada dunia pendidikan. Di dusun Pojok, Desa Samiran, Yayasan Damandiri telah membangun PAUD Darul Hidayah, yang saat ini pembelajarannya sudah berlangsung. Selain Darul Hidayah, Damandiri juga tengah membangun PAUD Insan Robani di Desa Samiran. Fasilitas serta penunjang proses kegiatan belajar mengajar PAUD juga telah disiapkan. “Termasuk insentif untuk guru PAUD Insha Allah bulan ini juga bisa cair,” sambung Tiyono.

Meski sudah mulai meningkatkan kesejahteraan masyarakat warga Samiran, khususnya anggota koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera masih memiliki sekeping harapan lain. Yakni, ada penambahan fasilitas di warung koperasi sehingga mampu mengoptimalkan potensi yang ada. “Kami ingin yang selama ini lesehan agar dibuatkan atap agar kalau hujan tidak kehujanan. Selain itu, anggota koperasi yang tidak mendapatkan bantuan homestay Damandiri namun membuat homestay sendiri minta juga dipasarkan,” pungkasnya.

Suparmi, salah satu anggota koperasi yang sudah menikmati manisnya program Damandiri. Foto: Harun Alrosid
Lihat juga...