Kuota Siswa Miskin di SMP Favorit Tidak Terpenuhi
YOGYAKARTA — Kuota siswa kurang mampu di sejumlah SMP favorit di kota Yogyakarta diketahui tidak terpenuhi dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khusus siswa pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) 2017. Hingga batas akhir pendaftaran Kamis (06707/2017) siang, sejumlah SMP favorit nampak sepi pendaftar.
Seperti terlihat di SMP Negri 5 Yogyakarta. Hingga pukul 13.00 WIB atau batas akhir pendaftaran, sekolah terfavorit di Kota Yogyakarta ini hanya mendapat tujuh orang pendaftar siswa baru KMS. Padahal yang tersedia sebanyak 25 kursi.
“Sampai dengan saat ini kita hanya mendapat tujuh orang siswa pendaftar dari total kuota sebanyak 25 kursi. Jumlah ini sudah lebih baik dari tahun lalu. Dimana kita hanya mendapat 5 orang siswa dari PPDB khusus KMS,” ujar wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, SMPN 5 Yogyakarta, Anggoro Rini, Kamis.
Dijelaskan, tidak terpenuhinya kuota siswa KMS ini ditengarai karena minimnya minat siswa KMS masuk ke sekolah favorit. Sementara untuk sisa kursi yang tidak terpenuhi nantinya akan diperebutkan bagi siswa reguler dalam proses PPDB reguler yang akan diselenggarakan pada 10-12 Juli 2017 mendatang.
“Total SMP N 5 Yogyakarta menerima sebanyak 320 siswa dalam proses PPDB tahun ini,” sebutnya.
Dikatakan, untuk nilai tertinggi siswa KMS yang masuk tahun ini mencapai 276,500. Sedangkan nilai terendah 243,500. Sementara tahun lalu, nilai terendah siswa yang masuk dalam PPDB reguler mencapai angka sekitar 282,000.

“Itu memang kita yang meminta. Karena agar selisih nilai masuk antara siswa KMS maupun siswa reguler tidak terpaut terlalu jauh. Berdasarkan pengalaman sebelumnya hal itu justru membuat kontra produktif. Selain siswa KMS keteteran mengikuti pelajaran, proses pembelajaran di kelas juga menjadi terhambat,” katanya.
PPDB khusus siswa KMS Kota Yogyakarta sendiri digelar selama dua hari sejak Rabu hingga Kamis hari ini. Sebanyak 16 SMP negri turut serta dalam PPDB secara online ini. Total terdapat sebanyak 865 kursi bagi siswa KMS yang disediakan di sekolah negeri. Jumlah itu mencapai 25 persen dari total daya tampung kursi siswa baru sekolah negeri tingkat SMP di Yogyakarta yang mencapai 3462 kursi.