Shuttle Bus Gratis Gagal Urai Kemacetan Pandanaran

SEMARANG  — Pemerintah Kota Semarang menyediakan shuttle bus untuk mengangkut penumpang secara gratis di kawasan Jalan Pandanaran, Kota Semarang. Penyediaan moda transportasi gratis ini bertujuan agar wisatawan tidak menggunakan kendaraan pribadi saat ingin membeli oleh-oleh di Jalan Pandanaran dan Pusat Kuliner Batan.

Sayangnya upaya mengurai kemacetan dan mencegah parkir liar di kawasan Jalan Pandanaran dinilai kurang efektif.  Salah satu supir shuttle bus,  Alfian Guna Darmawan, menjelaskan bahwa penurunan intensitas kemacetan di Jalan Pandaran memang ada tapi sangat sedikit.

Hal ini dikarenakan masih banyak orang yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadinya dan memarkirkannya di pinggir trotoar depan toko oleh-oleh, daripada menggunakan fasilitas shuttle bus gratis.

“Kami sebagai supir dari shuttle bus gratis ini, sudah berusaha bekerja sesuai dengan prosedur yang ada. Kami bekerja menggunakan waktu dan tidak lama-lama kalau berhenti. Bahkan kalau penumpang hanya satupun kami tetap keliling,” ujar Alfian.

Alfian berharap agar parkir-parkir liar bisa segera ditindak, kalau memang pemerintah berniat serius mengurai kemacetan di Jalan Pandanaran. Walaupun ada shuttle bus namun tetap ada parkir liar beserta tukang parkirnya, otomatis para wisatawan akan lebih memilih parkir liar.

Selain tidak ada sanksi parkir liar, wisatawan pun bisa langsung parkir kendaraannya di depan toko oleh-oleh yang ingin dikunjunginya.

Desy Mega, salah satu wisatawan yang menggunakan shuttle bus gratis ini menjelaskan bahwa sebenarnya fasilitas yang terdapat dalam shuttle bus ini cukup memadai. Shuttle bus ini dilengkapi televisi, audio, dan air conditioner. Menurutnya juga sangat nyaman dan cepat juga dalam menuju halte-halte pemberhentian di kawasan Pandanaran.

Desy mengaku bahwa dirinya melihat masih banyak wisatawan yang tidak menggunakan shuttle bus. Dirinya juga mengaku menggunakan shuttle bus ini karena memang dirinya sedang tidak membawa kendaraan pribadi.

“Kalau saya membawa kendaraan pribadi tentu saya lebih memilih parkir di depan toko yang saya tuju, meskipun itu parkir liar karena menggunakan bahu jalan, tapi tidak mengapa karena selama ini juga tidak ada sanksinya. Saya tinggal bayar parkir kepada penjaga parkir liar tersebut,” imbuh Desy saat ditemui Hari Senin, (25/7/2017).

Desy Mega/Foto: Khusnul Imanuddin.

 

Desy juga mengaku meski ada shuttle bus gratis yang mengantarkan wisatawan ke pusat oleh-oleh, dia mengganggap para pengguna kendaraan sering kali kebingungan mencari tempat parkir jika ingin menggukan moda transportasi gratis tersebut.

Dia berharap Pemerintah Kota juga juga peka akan hal ini, dan selanjutnya bisa menyediakan kantong parkir khusus wisatawan agar kemacetan lalu lintas di Kota Semarang dapat terurai dan shuttle bus gratis dapat berfungsi secara efektif.

“Saya sih aprsesiasi pemerintah sudah mau menyediakan shuttle bus gratis. Namun hal ini akan lebih efektif jika pemerintah serius memberikan solusi dari masalah-masalah yang ada. Kalau memang ingin benar-benar mengurai kemacetan, sediakan kantong parkir dan berikan sanksi yang tegas bagi para pelaku yang melakukan parkir liar.” tutur Desy.

Lihat juga...