Kerang Hijau dan Rumput Laut Sumber Penghasilan Warga Legundi
LAMPUNG — Kondisi arus kencang di Perairan Pantai Timur Lampung Selatan membuat sejumlah nelayan terpaksa beristirahat dan tidak mencari ikan untuk menghindari resiko kecelakaan di wilayah tersebut.
Beruntung sebagian warga di Desa Legundi masih memiliki sumber pendapatan lain sebagai pembudidaya kerang hijau dan rumput laut jenis Katoni dan SP. Sumber pendapatan bagi nelayan tersebut menjadi usaha sampingan saat kondisi cuaca tidak menentu untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan.
Menurut Aldi salah satu nelayan di Desa Legundi dirinya sudah membudidayakan rumput laut sejak tahun 2003 dan memanfaatkan ban ban bekas kendaraan roda dua sebagai tempat budidaya kerang hijau yang banyak dikirim ke wilayah Serang Banten dan sebagian wilayah Lampung.
Biasanya rumput laut bisa menjadi penghasilan setiap 40 hari sekali sementara untuk budidaya kerang hijau selama lima bulan sekali dengan hasil mencapai satu ton ditambah jenis kerang lumpur.
“Kami memanfaatkan barang bekas berupa ban dengan modal sedikit namun hasilnya menjanjikan karena tidak memerlukan bibit khususnya untuk jenis kerang hijau,” ujar Aldi saat ditemui Cendana News, Rabu (26/7/2017)
Selain terkendala oleh keterbatasan tidak adanya fasilitas dermaga dan tempat pelelangan ikan nelayan setempat menurut Aldi sebagian nelayan pembudidaya masih memanfaatkan bambu dan kayu meski idealnya diperlukan tiang pancang dari cor beton.
Selain kerap patah dan terbawa arus tiang pancang untuk budidaya kerang hijau dengan ban bekas tersebut mulai dilirik oleh masyarakat nelayan tangkap yang ada di wilayah tersebut.
Amran Hadi sebagai ketua kelompok Sinar Semendo I Desa Legundi Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan menyebut budidaya rumput laut semula dimulai sejak 2003 yang mulai diikuti oleh nelayan dengan pertama kali budidaya sebanyak 5 jalur hingga mencapai ratusan jalur.
“Saya mencari bibit hingga ke Pulau Jawa selanjutnya mulai dikembangkan di wilayah Ketapang dan mulai menjadi penghasilan yang menguntungkan bagi nelayan,” ungkap Amran.
Amran Hadi menyebut kelompok Sinar Semendo I saat ini anggota kelompok nelayan sekaligus Denfarm Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung (BBPBL Lampung) beranggotakan sebanyak 10 orang nelayan. Sebagian besar anggota kelompok tersebut diakuinya membudidayakan rumput laut dan kerang hijau sebagai penghasilan tambahan.
Penanaman rumput laut jenis Katoni dan SP diakui Amran cukup memberi penghasilan bagi warga Legundi terutama wilayah tersebut merupakan pantai yang memiliki kontur berlumpur dan beberapa pulau penghalang.
Keberadaan kelompok nelayan budidaya tersebut Amran Hadi memberi sumber penghasilan harian dan kebutuhan sehari sementara penanaman rumput laut dan kerang hijau yang bisa menghasilkan dalam jangka bulanan.
Harga rumput laut jenis Katoni diakuinya saat ini mencapai harga Rp15 ribu per kilogram lebih tinggi dari harga sebelumnya yang hanya Rp8 ribu per kilogram. Permintaan rumput laut diakuinya mulai meningkat untuk kebutuhan pembuatan kosmetik dan agar agar sementara untuk kerang hijau banyak dipasok untuk beberapa usaha kuliner.
“Sumber pendapatan harian kami peroleh dari menangkap ikan,hasil bulanan dari rumput laut dan kerang hijau,” ungkap Amran.
Saat ini nelayan budidaya masih mengandalkan laut sebagai sumber penghasilan karena merupakan nelayan perantauan yang menetap di pesisir pantai Ketapang. Sebagian nelayan budidaya menyebut permodalan menjadi kendala utama dalam perikanan budidaya sehingga menggunakan barang bekas dari ban yang selama ini tidak digunakan.


