DPRD dan Masyarakat Sumba Mendukung Pengembangan Pariwisata

WAIKABUBAK –– Masyarakat dan DPRD Sumba Barat berkomitmen mendukung parade 1001 kuda dan festival tenun ikat sebab kegiatan ini adalah sebuah langkah untuk memperkenalkan pariwisata yang ada di Sumba lebih khusus di daerah Sumba Barat.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Sumba Barat, Gregorius Pandango ketika ditemui wartawan di sela-sela penyelenggaraan kegiatan parade 1001 kuda Sumba dan fextival tenun ikat Sabtu (8/7/2017) sore.

“Kami sebagai mitra pemkab siap mendukung penuh pelaksanaan event ini termasuk didalamnya akan menyiapkan anggaran yang lebih besar lagi dari penyelenggaran event yang pertama ini,” kata Gregorius.

Ketua DPRD ini menambahkan ,bagaimana pun kegiatan ini juga menjadi salah satu visi misi dari pemerintahan saat ini yang tentunya harus didukung penuh termasuk didalamnya tenun ikat yang mana dari kacamata dewan baru Lamboya yang punya tenun ikat terkenal.

“Kita akan desak Disperindag dan Koperasi untuk lebih kerja keras agar tenun ikat juga bisa berkembang pula di Sumba Barat ini, karena ternyata hari ini kami lihat 6 kecamatan hadir untuk demo tenun yang membuktikan bahwa potensi tenun ikat Sumba Barat itu ada,” sebutnya.

Ini merupakan potensi Sumba Barat kata Gregorius dan wajib hukumnya untuk kita dukung dan ke depannya bukan hanya parade kuda tapi juga kita harus buat taruan massal supaya masuk rekor Muri karena kita bisa melakukan itu.

Ketua DPRD Sumba Barat Gregorius Pandango. Foto : Ebed de Rosary

Tanggapan positif juga datang dari paguyuban masyarakat Lembata di Sumba Barat melalui ketuanya Stanislaus Wadan yang menilai bahwa sudah saatnya Sumba harus tampil dengan brandnya sendiri karena baginya Sumba memiliki potensi yang tidak bisa dianggap sepele seperti pariwisata karena sudah terbukti terkenal di mata dunia.

“Sekarang tinggal kemasan itu yang harus dibenahi lagi dan kami paguyupan lembata di sumba barat senantiasa mendukung ini sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai warga di sini,” katanya.

Parade 1001 kuda yang diadakan di Sumba Barat kata Stanislaus, mengambil titik start  dari kantor camat kota menuju jalan sudirman lantas menuju depan rujab dilanjutkan ke depan Bhayangkara berbelok menuju Kampung Tarung dan berakhir di terminal pasar lama.

Tampak hadir dalam kesempatan ini, Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni, Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole, Wakil Bupati, Marthen Ngailu Tony, Kapolres Sumba Barat, AKBP. Muhammad Erwin serta Dandim 1613, Letkol (Inf) Fifin Zudi Syaifudin.

Juga hadir  para pimpinan OPD di lingkup Pemkab Sumba Barat, pimpinan dan anggota DPRD Sumba Barat, para wisatawan mancanegara, paguyuban dari beberapa daerah di NTT yang ada di Kabupaten Sumba Barat dan sejumlah besar masyarakat.

Lihat juga...