Ditjen Hubdat Kemenhub Perbaiki LPJU di Sepanjang Jalinsum

LAMPUNG — Kerusakan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) tenaga surya di sepanjang Jalan Lintas Sumatera, yang dikeluhkan oleh pengendara, mulai mendapat respon pihak terkait.

Miswan, pengawas lapangan perbaikan LPJU tenaga surya [Foto: Henk Widi]
Menurut Miswan, selaku pengawas lapangan perbaikan LPJU tenaga surya atau solar cell, perbaikan tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan untuk memberikan kenyamanan pada pengendara yang melintas di Jalinsum.

Meski demikian perbaikan, dilakukan pada sejumlah titik lampu yang mengalami kerusakan, dan pada bagian lampu yang masih berfungsi hanya dilakukan pemeliharaan secara berkala. Menurutnya, kerusakan LPJU tersebut di antaranya akibat faktor usia yang membutuhkan penggantian pada panel tenaga surya,npenggantian bohlam serta pemeliharaan dengan mengelap panel tenaga surya yang kotor oleh debu.

Miswan mengatakan, sesuai rencana selama beberapa hari ke depan pemeliharaan terhadap lampu jalan dilakukan pada beberapa kecamatan meliputi Kecamatan Bakauheni, Penengahan hingga Kalianda.

“Setiap lampu penerangan jalan umum sudah memiliki sistem penomoran ganjil genap dan dipetakan sesuai lokasinya untuk memudahkan pelaporan dan perbaikan dari Bakauheni hingga ke Bandarlampung”, ungkap Miswan, saat ditemui Cendana News, Selasa (25/7/2017).

Selama melakukan pemeriksaan sejak Senin (24/7) hingga Selasa (25/7), ia menyebut dari puluhan unit lampu penerangan jalan umum yang diperiksa beberapa di antaranya mengalami kerusakan total, kerusakan sebagian dan klasifikasi tersebut dilakukan untuk menentukan langkah yang akan dilakukan terhadap setiap titik lampu yang ada di sepanjang Jalinsum.

Pemeriksaan tahap awal atau survei dilakukan pada malam hari untuk memeriksa setiap tiang lampu dengan kondisi menyala atau tidak sesuai dengan nomor dan lokasi lampu berada. Selanjutnya sesuai dengan penugasan yang dilakukan oleh timnya, ia menyebut mendapat 35 paket perbaikan dan pemeliharaan dari ruas Jalan Lintas Sumatera Bakauheni hingga Merak Belantung Kalianda.

Berdasarkan catatannya, sebagian besar LPJU mengalami kerusakan total pada daerah yang sepi penduduk dan jarang pengawasan dari warga. Beberapa lampu penerangan di Jalinsum yang berada di tikungan, turunan dan tanjakan bahkan diakuinya sudah rusak total dengan hilangnya panel tenaga surya, baterai aki kering yang hilang dan sebagian rusak atau hilang, karena aksi pencurian.

Sebagian fasilitas yang rusak total tersebut diakui Miswan masih akan dianggarkan oleh Ditjen Hubdat, dan dirinya hanya mendapat paket perbaikan pada lampu jalan khusus untuk kerusakan sebagian.

“Kami hanya melakukan pemeliharaan pada panel tenaga surya dan juga baterai kering yang hilang dan rusak, selanjutnya kami ganti dengan yang baru sesuai dengan jumlah paket yang kami kerjakan”, ungkap Miswan.

Ia menyebut, saat ini faktor kerusakan lampu penerangan jalan umum dominan terjadi akibat aksi pencurian oleh oknum tak bertanggungjawab yang sengaja mencuri panel tenaga surya dan baterai kering untuk dijual kembali. Sementara faktor usia atau lamanya lampu penerangan jalan umum tenaga surya diakuinya cukup sedikit, karena dari beberapa tiang masih awet ditambah dengan partisipasi aktif masyarakat menjaga fasilitas lampu tenaga surya tersebut.

“Pengalaman selama ini banyak lampu hilang, karena dicuri dan warga yang melihat mengaku aksi dilakukan saat tengah malam, ketika warga sudah tidur dan kalaupun dikejar mereka kabur dengan kendaraan”, terang Miswan.

Beberapa lampu penerangan jalan umum tenaga surya diakui oleh Miswan yang masih tetap utuh dominan merupakan lampu yang berada di dekat perumahan padat penduduk,r umah makan serta tempat penjualan toko oleh-oleh yang buka selama 24 jam, sehingga selalu diawasi dan aksi pencurian bisa dicegah.

Ia berharap, lampu penerangan jalan umum yang saat ini masih cukup baik bisa dijaga, karena manfaat lampu tersebut cukup penting, terutama pada malam hari dan segera melaporkan kepada pihak terkait jika terjadi aksi pencurian pada malam hari.

Hingga saat ini, ada ratusan lampu penerangan jalan umum tenaga surya di sepanjang Jalinsum ditempatkan di titik rawan kecelakaan lalu lintas, di antaranya turunan, tikungan untuk memberi penerangan cukup bagi pengendara.

 

Lihat juga...