Zaman Pak Harto, Mina Padi Berkembang Pesat
YOGYAKARTA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus berupaya melakukan pengembangan kawasan Minapadi di lima Kabupaten/Kota di DIY. Hal itu dikarenakan hingga saat ini potensi kawasan minapadi di DIY masih belum tergarap maksimal.

Kepala Bidang Perikanan, DKP DIY, Suwarman Partosuwiryo, menyebut potensi luas kawasan pengembangan minapadi di DIY sebenarnya bisa mencapai sekitar 600 hektare. Namun hingga saat ini, kawasan minapadi yang telah tergarap baru mencapai 130 hektar.
“Luasan kawasan minapadi di DIY beberapa tahun terakhir sebenarnya sudah jauh meningkat. Dari 25 hektare pada 2014, menjadi sekitar 130 hektare pada 2017, ini. Walaupun memang masih banyak potensi yang belum tergarap,” katanya, belum lama ini.
Menurut Suwarman, budidaya minapadi di DIY sebenarnya pernah berkembang sangat pesat pada masa pemerintahan Orde Baru. Luasan budidaya minapadi di DIY kala itu, bahkan mencapai lebih dari 1.000 hektare. DIY bahkan kerap memenangi berbagai ajang lomba pengembangan minapadi.
“Sejak masa reformasi, dan otonomi daerah berjalan, memang semua berubah. Pemisahan Kementerian Pertanian dan Perikanan membuat program minapadi tidak berjalan, bahkan mati karena ego sektoral, termasuk di DIY,” katanya.
Baru pada sekitar 2014, dengan adanya MOU antara Kementerian Pertanian dan Perikanan, menyusul penetapan ikan sebagai komoditas pangan oleh FAO, program minapadi kembali digalakkan. Di DIY, pengembangan minapadi dilakukan dengan membuat percontohan pengengembangan kawasan minapadi tingkat nasional di daerah Seyegan, Sleman.
“Dengan adanya percontohan itu, semakin banyak lahan pertanian yang mengembangkan minapadi. Karena memang bagi petani, sistem minapadi sangat menguntungkan. Selain mendapatkan hasil panen padi, petani juga bisa mendapatkan hasil ikan,” katanya.
Dengan potensi pengembangan kawasan minapadi yang masih luas, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY saat ini terus berupaya melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada para petani berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Termasuk memberikan bantuan sarana prasarana pendukung, baik dari anggaran daerah maupun pusat.
“Targetnya kita bisa memaksimalkan seluruh potensi minapadi di DIY ini pada 2022 mendatang,” katanya.