Butuh Metode Kreatif Sosialisasikan Bahaya Kenakalan Remaja dan Narkoba

LAMPUNG – Peranan  dalam menekan kenakalan remaja usia sekolah termasuk peredaran, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya menjadi sebuah tugas yang diemban oleh anggota Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) khususnya di wilayah hukum Polres Lampung Selatan (Lamsel). Sebagai upaya memberi pemahaman kepada siswa sekolah, anggota Satbinmas Polres Lampung Selatan melakukan safari ke beberapa sekolah di antaranya ke sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA.

Menurut Ajun Inspektur Satu, Maulana Sukmawijaya, selaku Kepala Unit Pembinaan Perpolisian Masyarakat (Kanibinpolmas) Polres Lamsel pada Jumat (21/7) tim Satbinmas melakukan safari di SMA Muhamadiyah Sidomulyo dan diikuti oleh ratusan siswa tingkat SMA tersebut. Safari bertujuan untuk pembinaan dan penyuluhan tersebut ungkap Aiptu Maulana Sukmawijaya akan dilakukan ke seluruh sekolah di Kabupaten Lampung Selatan dengan berbagai materi berkaitan dengan upaya menciptakan generasi muda usia sekolah yang sehat dan bertujuan meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Lampung Selatan. Sementara pada Sabtu (22/7) safari Satbinmas Polres Lamsel dilakukan di SMP Yaditama Kecamatan Sidomulyo dengan jumlah peserta sebanyak 125 siswa putra dan putri.

“Kita berikan materi sopan santun dan keselamatan berlalulintas di jalan raya, pembinaan karakter dan kedisplinan serta materi bahaya narkoba tentunya dengan teknik yang tidak monoton dan agar siswa tidak bosan salah satunya dengan fasilitas audio visual dan pembicara yang interaktif,” terang Ajun Inspektur Satu, Maulana Sukmawijaya, selaku Kepala Unit Pembinaan Perpolisian Masyarakat (Kanibinpolmas) mendampingi Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat Polres Lampung Selatan AKP Kurmen Rubianto SH dalam keterangan tertulis yang diterima Cendana News, Sabtu siang (22/7/2017).

Ia menyebut, kunci pembinaan dan penyuluhan oleh anggota Polres Lamsel yang bertugas di satuan Binmas di antaranya dengan penggunaan sarana teknologi seperti penggunaan slide, layar lebar, proyektor dan perlengkapan audiovisual. Penggunaan audio visual tersebut di antaranya beberapa film yang sengaja diputar dengan kondisi riil atau nyata mengenai korban atau penyalahguna narkotika dan obat-obatan berbahaya. Bentuk-bentuk narkoba juga divisualkan agar para siswa tidak mudah ditipu atau terjerumus diiming-imingi barang haram tersebut dengan modus dicampur dengan makanan atau minuman sehingga membuat orang ketagihan.

Materi dengan penggunaan audio visual selain untuk bahaya narkoba juga digunakan untuk menggambarkan bahaya aktivitas kenakalan remaja meliputi tawuran, kebut-kebutan di jalan raya termasuk dampak mengerikan akibat kecelakaan yang dominan menimpa siswa sekolah.

“Kita putar film yang nyata beberapa korban kecelakaan lalulintas akibat tak mengenakan helm termasuk pengguna narkotika yang badannya kurus, semua bisa dilihat secara audio visual,” terang Aiptu Maulana Sukmawijaya.

Penggunaan fasilitas audio visual tersebut diakui Aiptu Maulana sebagai kemajuan pihak Polres Lamsel dalam upaya menyampaikan pembinaan dan penyuluhan dengan sasaran siswa sekolah. Jika sebelumnya metode pembinaan dan penyuluhan hanya dilakukan dengan metode ceramah dan gambar-gambar tak bergerak kini audio visual bisa membuat siswa lebih mudah memahami akan bahaya kenakalan remaja dan narkoba.

“Siswa juga secara interaktif kami ajak untuk melihat potensi generasi muda yang bisa dicapai tanpa harus mengikuti tren kenakalan remaja atau bahkan mengkonsumsi narkoba,” ungkap Aiptu Maulana.

Penggunaan audio visual tersebut diakui Aiptu Maulana sekaligus menjadi terapi bagi siswa untuk lebih mengingat bahaya kenakalan remaja, bahaya narkoba sehingga siswa bisa menerapkan 3D di antaranya Disiplin di rumah, Disiplin di jalan raya dan Disiplin di sekolah.

“Safari pembinaan dan penyuluhan ini sekaligus tugas Polres Lamsel menjalankan nota kesepahaman antara Polda Lampung dan Dewan Pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Lampung,” terang Aiptu Maulana Sukmawijaya.

Selain penggunaan audio visual, untuk mendapatkan simpati dan juga meningkatkan kedisiplinan, siswa sekolah berkoordinasi dengan Polres Lamsel juga beberapa sekolah lain bahkan terlibat dalam kegiatan satuan karya (Saka) Pramuka Bhayangkara bagi siswa SMA dan kegiatan polisi cilik (Pocil) bagi siswa SD serta patroli keamanan sekolah (PKS) bagi siswa SMP atau sekolah yang mendukung kegiatan tersebut. Safari Binluh oleh Satbinmas Polres Lamsel diakuinya akan terus dilakukan di beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Lampung Selatan.

Penggunaan audiovisual dalam materi pembinaan dan penyuluhan diterapkan Satbinmas Polres Lamsel. [Foto: Henk Widi/Maulana SW]
Lihat juga...