Presiden Jokowi Minta Semua Perguruan Tinggi Berani Lakukan Perubahan

YOGYAKARTA – Presiden RI Joko Widodo meminta semua perguruan tinggi di Indonesia agar menyiapkan diri dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi situasi perubahan dan perkembangan zaman. Perkembangan teknologi yang begitu pesat dinilai akan mengubah semua tatanan politik maupun ekonomi, baik di tingkat global, nasional, hingga daerah dalam beberapa waktu ke depan. 
“Semua sadar sekarang ini situasi politik maupun ekonomi global sedang berada dalam masa transisi. Lanskap politik dan ekonomi global, nasional, maupun daerah akan terus berubah. Perubahan itu sangat cepat dan jelas terlihat. Karena itu kita harus siap-siap. 5-10 tahun ke depan generasi muda akan memegang kunci. Kalau kita tidak bisa mengantisipasi, maka kita akan diterjang,” paparnya.
Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan kuliah umum berjudul “Pembangunan SDM Indonesia yang Unggul dan Kompetietif untuk Mengahadapi Era Global” dilanjutkan peletakan batu pertama pembangunan museum Muhammadiyah di kampus UAD Yogyakarta, Sabtu (22/7/2017). Presiden meminta semua perguruan tinggi agar mau berubah dan menyiapkan diri. Yakni harus berani dalam melakukan perubahan dan tidak berpikir linier serta monoton.
“Mestinya ada hal yang bersifat kekinian. Misalnya membuat fakultas logistik atau fakultas animasi. Kurikulum harus fleksibel. Karena kalau tidak akan ditinggal. Inovasi dan kreativitas harus dilakukan terus menerus. Mahasiswa juga jangan sampai hanya mengidolakan untuk mendapat ijazah. Dunia sudah berubah,” katanya.
Setelah fokus menyiapkan infrastruktur di Indonesia, selama periode pertama kepemimpinananya, Jokowi pun berujar akan mulai fokus untuk membenahi dan menyiapkan Sumber Daya Manusia pada kepemimpinannya di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haidar Natsir, menyatakan museum Muhammadiyah dibangun sebagai saksi sejarah berdirinya Muhammadiyah sekaligus mempelajari berbagai upaya dan kontribusi yang dilakukan Muhammadiyah sampai saat ini. Ia berharap museum ini dapat menjadi tonggak pendukung gerakan Muhammadiah untuk Indonesia yang berkemajuan.
“Museum ini akan memiliki observatorium untuk melihat hilal. Selain itu juga terdapat pusat ulama tarjih yang terintegrasi dengan kampus UAD dan UMY. Selain ingin menghadirkan Islam sebagai agama peradaban, Muhammadiyah juga berkomitmen untuk terus memperluas area dakwah lewat pengembangan pendidikan dengan semangat kebhinnekaan dan pluralitas lewat upaya mencerdaskan dan mencerahkan bangsa,” katanya.
Lihat juga...