Akan Ditempati, Kanopi Pasar Nglano Ambrol

SOLO — Atap teras atau kanopi Pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, tiba-tiba ambrol, pada Jumat (7/7/2017) siang. Ironisnya, pasar tersebut baru selesai dibangun enam bulan lalu dan rencananya baru akan ditempati.

Menurut warga, ambrolnya kanopi Pasar Nglano, terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, warga yang berada di dekat kios mendengar suara dentungan keras yang berasal dari deretan pasar yang berada bagian pasar paling belakang. “Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba ambruk begitu saja,” kata Rebo kepada Cendana News.

Salah satu saksi mata, Rebo. Foto: Harun

Saat kejadian, pria 65 tahun ini mengaku berada di dalam kamar mandi, yang lokasinya tak jauh dari ambroknya kanopi tersebut. Melihat kejadian itu, dirinya memberitahu kepada rekan pedagang yang kebetulan di blok lain sudah mulai berjualan. Menurut Rebo, pasar Nglano sendiri baru selesai dibangun enam bulan lalu dan baru akan ditempati pedagang pada pekan ini. “Karena ambruk ini, kemungkinan belum bisa ditempati pedagang. Rencananya kios yang berada di blok ini akan digunakan untuk pedagang burung,” ungkap Rebo.

Warga menduga, robohnya kanopi tersebut karena konstruksi yang digunakan untuk menahan atap tidak kokoh. Sebab, beberapa bagian yang roboh, terlihat mur yang terpancang tidak terlalu dalam. “Kalau dilihat sekilas, sepertinya memang murnya tidak terlalu dalam,” papar Abdul Mutolib, warga lain.

Beruntung saat ambrolnya kanopi tidak ada korban jiwa, karena pedagang belum ada yang menempati kios pasar. Pasca kejadian ini, pedagang membantu menyingkirkan material runtuhan atap kanopi yang roboh tersebut. “Kita bantu-bantu singkirkan dulu, biar tidak terlalu berserakan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM, Waluyo Dwi Basuki, mengaku, telah menerima laporan ambrolnya kanopi Pasar Nglano. Menurutnya, pihak kontraktor siap memperbaiki atap teras kios pasar bagian belakang yang ambruk tersebut. “Sudah kami sampaikan, pihak kontraktor sanggup untuk membenahi kanopi yang ambrol,” terang Basuki.

Dijelaskan, kanopi yang roboh tersebut sepanjang 45 meter. Rencananya, kios yang berada di blok paling belakang itu akan ditempati pada awal Juli ini, namun karena ada kejadian, rencana penempatan oleh pedagang itu sementara ditunda. “Rencana memang untuk pedagang burung, tapi kita tunda dulu penempatannya sampai diperbaiki,” imbuhnya.

Pembangunan Pasar Nglano menelan anggaran senilai Rp16,4 miliar dari APBD Karanganyar pada 2016. Proyek pasar tradisional ini selesai dan diresmikan pada awal Januari 2017. Secara bertahap pedagang menempati kios yang ada di masing-masing blok.

Lihat juga...