Volume Sampah di Jalinsum Meningkat
LAMPUNG – Volume sampah di tepi Jalan Lintas Timur (Jalinsum) Sumatera di beberapa titik tepatnya di Dusun Muara Bakau, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, semakin meningkat sejak sebelum bulan Ramadan dan pasca lebaran Idul Fitri.
Menurut Aris, salah satu warga yang tinggal di Jalan Lintas Timur KM 03 Bakauheni, ada tiga titik lokasi pembuangan sampah liar di sepanjang jalan di antaranya Dusun Muara Piluk dan Dusun Muara Baka yang dipenuhi dengan sampah dari buangan warga yang sebagian bukan warga sekitar. Aris bahkan menyebut, sebagian besar warga yang membuang sampah berasal dari wilayah lain dan membuang sampah saat malam hari sehingga warga yang tinggal di sekitar pembuangan sampah liar tidak diketahui pembuangnya.
Aktivitas pembuangan sampah tersebut, diakui Aris, sudah terjadi sejak satu tahun terakhir dengan dominasi sampah dibuang dalam keadaan sudah dalam kantong karung bahkan sebagian membuang sampah menggunakan kendaraan L300. Aris sebagai warga yang tinggal di sekitar lokasi bersama puluhan warga lain mengaku tidak kuasa menegur pembuang sampah yang melakukan aktivitas pada malam hari dan membuang sampah di tepi jalan pada beberapa titik. Warga yang memiliki lahan bahkan telah memasang tulisan larangan membuang sampah sembarangan dengan cara halus bahkan tulisan sarkasme mencegah aktivitas buang sampah sembarangan meski cara tersebut tidak mempan.

Aris bahkan menyebut telah melaporkan aktivitas pembuangan sampah tersebut kepada aparat desa meski belum ada tanggapan agar lokasi pembuangan sampah ditutup agar tidak terus dijadikan lokasi pembuangan sampah. Selain merusak pemandangan aktivitas pembuangan sampah tersebut menimbulkan bau tak sedap dan material sampah yang dibuang berupa kaca, pecahan genteng, dan material lain terserak di tengah jalan membahayakan pengendara jalan.
Salah satu warga lain di Muara Bakau yang terganggu dengan keberadaan sampah di tepi jalan lintas Timur, Andi, mengaku telah mengajak aparat RT membersihkan sampah di lokasi tersebut namun setelah bersih justru dipergunakan sebagai lokasi pembuangan sampah oleh masyarakat. Selain itu lokasi tanah yang merupakan tanah milik satu perusahaan swasta tersebut belum dipagar dan hanya dipergunakan untuk menanam jagung dan padi. Ia dan warga lain berharap pemerintah desa dan kecamatan bisa mencarikan solusi terkait persoalan sampah termasuk menyediakan kotak sampah portable berukuran besar yang bisa diangkut oleh dinas kebersihan ke tempat pembuangan akhir.
“Persoalan sampah memang sangat rumit karena kesadaran masyarakat masih sangat kurang khususnya untuk kebersihan, seharusnya warga malu karena Bakauheni menjadi pintu gerbang Sumatera,” terangnya.
Terkait persoalan sampah di Desa Bakauheni tersebut, Kepala Desa Bakauheni, Syahroni, menyebut sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan namun tidak diindahkan oleh masyarakat. Selain itu penyediaan kotak sampah portable yang bisa diangkut oleh petugas kebersihan masih belum bisa dipenuhi bahkan sebagian toko diwajibkan memiliki keranjang atau kotak sampah dan proses pembuangan dilakukan secara kolektif.
“Terkait sampah sudah kita lakukan pembersihan namun setelah dilakukan pembersihan kembali sampah menumpuk dan belum ada lokasi tempat pembuangan akhir milik desa ini,” ungkap Syahroni.
Terkait permintaan masyarakat akan kotak sampah berukuran besar yang bisa dipindah Syahroni juga berharap masyarakat memiliki kesadaran membuang sampah pada tempatnya dan memilah-milah sampah. Beberapa jenis sampah yang masih bisa didaur ulang bahkan bisa dimanfaatkan dianjurkan tidak dibuang dan bisa dijual ke pengumpul rongsokan dan bisa bernilai ekonomis.
Selain di sepanjang Jalan Lintas Timur tumpukan sampah juga terlihat di depan pasar Bakauheni dan di dekat pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya (BBJ). Selain berserakan dan menimbulkan bau tak sedap sampah di tepi jalan yang terbawa ke saluran air berimbas meluapnya air sungai yang menyebabkan banjir di Jalan lintas Timur saat musim hujan dan mengganggu perjalanan pengendara kendaraan yang melintas.