201 Sajam dalam Konflik di Puncak Jaya, Disita
MULIA — Sebanyak 201 senjata tajam dan 36 katapel disita petugas keamanan dalam razia gabungan TNI dan POLRI dari masing-masing posko massa pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 1, 2, dan 3 di Mulia, Puncak Jaya.
Barang bukti yang disita antara lain senjata busur dan anak panah sebanyak 115 pasang, 54 parang, 1 kapak, 1 pisau sangkur dan 30 senjata tajam jenis badik. Sementara senjata lainnya seperti katapel sebanyak 36 buah.
Barang bukti yang digelar Kapolres Puncak Jaya ini disaksikan Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, Ketua DPR Provinsi Papua, Yunus Wonda serta jajaran SKPD Provinsi Papua, POLDA Papua dan pejabat utama Kodam XVII Cenderawasih.
Barang bukti alat tajam yang dipakai dalam konflik antara massa pendukung paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya nomor urut 1, 2 dan 3. Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengharapkan pemda setempat membantu korban yang mengalami kerugian materiil akibat konflik pada Minggu (2/7/2017) dan Senin (3/7/2017).
“POLRI bersama TNI siap mengamankan bila nantinya diadakan PSU lagi di Kabupaten Puncak Jaya, dan berharap terhadap pihak manapun agar tak ada lagi konflik atau pertikaian. Kami akan terus melakukan razia untuk mencegah konflik berkepanjangan,” kata Irjen Pol Boy Rafli Amar, Selasa (4/7/2017).
Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, meminta kepada masyarakat agar tak mudah termakan hasutan-hasutan dari pihak manapun dan tak ikut-ikutan melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ia meminta masyarakat beraktivitas seperti biasa.
“Urusan pilkada nanti diselesaikan pemerintah. Saya minta masyarakat mau membantu TNI dan POLRI menjaga keamanan yang ada di Kabupaten Puncak Jaya,” kata Klemen Tinal.
Hal senada juga disampaikan Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit. Ia berharap masyarakat Kabupaten Puncak Jaya tak mudah terprovokasi isu-isu dari pihak yang tak bertanggung jawab.
“Jangan termakan isu negatif, agar konflik selesai karena sudah ada korban jiwa maupun materi. Mari kita bersama-sama untuk menjaga keamanan kabupaten ini,” kata Mayjen TNI George Elnadus Supit.
Setelah berkunjung ke Mapolres Puncak Jaya, Kapolda dan rombongan menggelar pertemuan di Kantor Bupati, guna membahas konflik atau pertikaian yang terjadi antara massa pendukung paslon Bupati dan Wakil Bupati.
Selanjutnya rombongan meninggalkan Kabupaten Puncak Jaya menggunakan pesawat menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.