H-3 Lebaran, 44.777 Penumpang Diseberangkan ke Pulau Jawa

LAMPUNG — Arus penyeberangan dari Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Bakauheni menuju Pulau Jawa, menggunakan moda transportasi kapal roll on roll off (Roro) di lintasan Selat Sunda, terus mengalir hingga dua hari menjelang lebaran Idul Fitri 2017 (1438 Hijriyah).

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni, mencatat arus kedatangan pemudik dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa diberangkatkan menggunakan 36 kapal roro dengan jumlah perjalanan kapal (trip) sebanyak 135 trip, dengan enam dermaga dioperasikan termasuk dermaga VII untuk melayani arus mudik tahun ini.

Berdasarkan data produksi angkutan lebaran tahun 2017
hingga Jumat pagi (23/6/2017), tercatat sudah 44.777 penumpang diseberangkan dari Pulau Sumatera menuju ke Pulau Jawa, dengan rincian sebanyak 40.640 pemudik dalam kendaraan, 4.137 pemudik pejalan kaki, di antaranya 3.875 penumpang pejalan kaki dewasa dan 262 penumpang anak-anak.

Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, melalui Penanggungjawab Posko, Ahsan Muhtar, mengatakan, jumlah tersebut terbilang menurun dibandingkan tahun 2016 pada tiga hari sebelum lebaran dengan jumlah penumpang diseberangkan mencapai 46.174 penumpang.

“Jika melihat data year to year, terlihat ada penurunan jumlah pemudik menyeberang dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa, namun ada kenaikan arus penyeberangan di antaranya jenis kendaraan pribadi,” terang Ahsan, Jumat (23/6/2017), pagi.

Berdasarkan data sejak H-10 hingga H-3, tercatat terjadi penurun jumlah penumpang yang terjadi pada hari ketiga sebelum lebaran. Pada 2017, tercatat 274.813 penumpang, sementara pada 2016 sebanyak 277.440 penumpang diseberangkan dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa. Penurunan mencapai 2.627.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang diseberangkan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa mencapai 50.508 unit kendaraan pada 2017 dan di 2016 jumlah kendaraan yang diseberangkan mencapai 48.375 unit atau kenaikan sebanyak 2.133 unit.

Pemudik berebut naik bus setelah menunggu bus paska menginap di pelabuhan Bakauheni. Foto: Henk

Selisih tak terlalu signifikan terjadi pada arus penyeberangan kendaraan roda dua dari Pulau Sumatera hingga H-3 lebaran, pada 2016 mencapai 5.249 unit kendaraan dan pada 2017 mencapai 5.159 unit kendaraan. Jumlah tersebut diakui Ahsan akan meningkat saat arus balik, di mana para pemudik yang berasal dari Pulau Jawa menyeberang ke Pulau Sumatera akan kembali ke Pulau Jawa.

Antisipasi kemacetan saat arus balik, beberapa skenario telah dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry dengan melakukan proses penjualan tiket secara online dan berjadwal di http://tiket.indonesiaferry.co.id dan membuka call center (021) 191 dan sms center 081293931000. Sebanyak tiga lokasi penjualan tiket antisipasi kemacetan saat arus balik disiapkan, di antaranya bagi pemudik pejalan kaki di terminal Rajabasa Bandarlampung dan khusus pengguna kendaraan disediakan Rumah Makan Begadang IV dan Rest Area Masjid Kubah Intan Kalianda.

Pantauan Cendana News, sejumlah penumpang pejalan kaki tujuan Pulau Sumatera ke Pulau Jawa masih terlihat lengang hingga Jumat, sebaliknya, pemudik dari Pulau Jawa terus berdatangan. Pemudik yang berasal dari Pulau Jawa, khususnya pejalan kaki, terlihat masih memiliki tren berangkat pada malam hari dan menginap di Pelabuhan Bakauheni menunggu pagi untuk berangkat meski ketersediaan armada bus mencukupi.

Lihat juga...