KAMIS, 15 JUNI 2017
YOGYAKARTA — Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan DIY, kembali menggelar kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi para petani. Kali ini melalui kegiatan workshop peningkatan produktifitas padi melalui sistim Jajar Legowo Super bertempat di Desa Kebonagung, Imogiri, Bantul, Kamis (15/6/2017).

Kasi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian sekaligus peneliti muda BPTP DIY, Dr Arlyna Budi Pustika menyatakan, pengawalan dan pendampingan oleh peneliti dan penyuluh merupakan kegiatan yang dilakukan guna meningkatkan pemahaman dan akselerasi adopsi teknologi pertanian.
“Baik itu melalui pelatihan, penyebaran informasi, uji adaptasi varietas unggul baru, demplot hingga supervisi penerapan teknologi,” sebutnya.
Guna mempercepat adopsi teknologi, dilakukan terobosan teknologi secara masal melalui penerapan teknologi secara terfokus, sistimatis, sinergis dan terintegrasi, baik itu dari sisi pembinaan maupun pembiayaannya. Yakni dengan pendampingan kawasan khususnya komoditas padi. Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan produksi dan produktifitas padi.
“Mengangkat konsep ‘dari dan untuk penyuluh serta dari dari dan untuk petani’, workshop ini bertujuan sebagai media sharing pengetahuan dan pengalaman antar petani dan antar penyuluh. Sehingga diharapkan adopsi teknologi dapat dengan lebih cepat terwujud,” ujarnya.
Melalui demplot jarwo super disertai dukungan pembinaan, pengawalan dan pendampingan, Arlyna berharap dapat terjadi peningkatkan produktifitas padi pada kawasan tanaman padi dan DIY secara umum. Yakni melalui penggunaan varietas unggul baru, sistim tanam jajar legowo super, pemupukan spesifik lokasi sesuai rekomendasi secara berimbang. Penggunaan pupuk organik serta biohayati, pengelolaan pengairan maupun perbaikan budidaya lainnya.
![]() |
| Arlyna Budi Pustika |
Sebagaimana diketahui, Teknologi Jajar Legowo Super sendiri merupakan teknologi budidaya terpadu pada sawah irigasi berbasis tanam jajar legowo 2:1. Teknologi yang dihasilkan melalui penelitian dan pengkajian pasa berbagai lokasi ini, memiliki ciri diantaranya penggunaan varietas unggul baru (vob), penggunaan biodekomposer saat pengolahan tanah, pupuk hayati sebagai treatmen tanah, hingga pemupukan berimbang.
“Selain itu sistim Jarwo Super juga memiliki ciri yakni pengendalian organisme pengganggu tanaman (opt) menggunakan pestisida nabati, percepatan tanam menggunakan alsintan, serta panen menggunakan mesin pemanen,” jelasnya.
Cara tanam jajar legowo super memiliki banyak keunggulan diantaranya pemberian biodekomposer saat pengolahan tanah kedua mampu mempercepat pengomposan jerami. Selain itu pemberian pupuk hayati juga dapat menghasilkan pemacu tumbuh tanaman, menambah nitrogen dan melarutkan fosfat yang sukar larut, serta meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah.
“Penggunaan pestisida nabati juga sangat evektif mengendalikan hama. Sementara penggunaan alsintan dapat menghemat biaya tenaga kerja serta mengurangi kehilanagn hasil panen,”pungkasnya. [Jatmika H Kusmargana / ME. Bijo Dirajo / Foto : Ist]
Source: CendanaNews
