Lonjakan Penumpang Pejalan Kaki, Prioritaskan Anak-anak

LAMPUNG – Prediksi lonjakan arus balik pemudik hari raya Idul Fitri 2017 (1438 Hijriyah) khususnya penumpang pejalan kaki pada hari kelima, terlihat dengan berjubelnya calon penumpang pejalan kaki dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa menggunakan moda transportasi kapal roll on roll off (Roro) di lintasan Selat Sunda.

Calon penumpang pejalan kaki dari pantauan Cendana News yang akan membeli tiket pejalan kaki bahkan mengantri di depan loket dengan sebanyak 10 lajur antrian dengan sistem pembelian tiket secara manual. Calon pembeli tiket mengular hingga keluar lobi tiket nyaris mencapai terminal meski pembelian tiket bisa dilakukan dengan sistem perwakilan.

Selain antrian di loket pembelian tiket calon penumpang pejalan kaki, penumpang yang akan menunggu kapal masih tetap berkumpul di ruang tunggu lantai dua sebelum menuju jalur  kapal (gangway). Ribuan pemudik yang akan kembali ke Jawa tersebut bahkan diurai oleh pihak PT ASDP Indonesia Ferry dengan menyediakan shuttle bus Trans Lampung sebanyak empat unit untuk mengangkut ratusan penumpang dari loket pembelian tiket menuju ke dermaga VI Pelabuhan Bakauheni.

“Sejak hari ketiga lebaran hingga hari keempat lebaran sudah ribuan penumpang pejalan kaki yang kita berikan fasilitas shuttle bus agar tidak perlu berjalan di gangway dan bus disediakan gratis,” terang Waluyo selaku Asisten Manajer PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat siang (30/6/2017).

Layanan shuttle bus tersebut terbukti efektif mengurai kepadatan penumpang pejalan kaki yang akan naik ke kapal dan menghindari penumpukan calon penumpang pejalan kaki yang akan naik ke kapal. Sementara itu sebagian penumpang pejalan kaki lain diarahkan ke ruang tunggu lantai satu sebelum menuju ke kapal di dermaga tiga. Sebagian penumpang pejalan kaki dari loket pembelian tiket pejalan kaki diarahkan ruang tunggu lantai dua sebelum menuju ke gangway dermaga satu dan dermaga dua.

Padatnya penumpang pejalan kaki yang akan naik ke kapal dan cenderung berdesak-desakan saat akan naik ke kapal dengan sebagian pemudik arus balik membawa serta anak-anak membuat petugas ASDP Bakauheni, petugas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan kelas V Bakauheni, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, dan Pramuka dikerahkan membantu pemudik termasuk SAR Lampung dan PMI. Antisipasi penumpang berdesakan jalur khusus gangway penumpang dari Pulau Jawa dan akan naik ke kapal bahkan dipisahkan menjadi dua jalur.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Eddy Hermawan, yang melihat adanya lonjakan arus penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni  tak segan turun langsung mengimbau penumpang pejalan kaki memprioritaskan anak-anak dan wanita. Eddy Hermawan memastikan kepada penumpang jumlah kapal mencukupi termasuk kapasitas penumpang di dalam kapal.

“Mohon pengertian kepada bapak-ibu, mohon untuk istirahat dahulu sebelum naik kapal kasihan anak-anaknya” imbau Eddy Hermawan kepada penumpang pejalan kaki di dermaga II Pelabuhan Bakauheni.

Ia juga memastikan, fasilitas karpet untuk istirahat, kipas angin, air conditioner bahkan fasilitas bermain bagi anak-anak disediakan khusus bagi para penumpang anak-anak agar tidak merasa bosan sebelum naik ke kapal. Imbauan tersebut dituruti oleh para pemudik dengan beristirahat di ruang tunggu dan bahkan memanfaatkan fasilitas bermain anak dan segera diarahkan petugas saat kapal yang akan membawa penumpang ke Jawa bersandar.

Hingga Jumat siang (30/6) sudah sebanyak 308.609 penumpang diseberangkan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa terdiri dari sebanyak 248.597 penumpang dalam kendaraan dan 60.012 penumpang pejalan kaki. Atau berdasarkan data sepanjang angkutan lebaran masih ada sebanyak 634.762 orang belum kembali dan sebanyak 26.916 kendaraan roda dua diseberangkan. Atau masih sebanyak 54.486 unit kendaraan roda dua belum kembali ke Jawa dan sebanyak 37.011 unit kendaraan roda empat telah menyeberang.

 

Lihat juga...