Lebaran, Wisata Religi Ziarah Makam

LOMBOK – Salah satu tradisi umat Islam di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) usai perayaan lebaran adalah melakukan ziarah makam ke sejumlah makam tokoh ulama besar, terutama yang dianggap sebagai wali.
Ziarah makam bahkan dilakukan hampir sebagian besar warga masyarakat mulai sejak hari perayaan lebaran idul Fitri hingga hari perayaan lebaran ketupat mendatang.
Dari sekedar melakukan ziarah dan melakukan wisata religi sampai datang memanjatkan doa keselamatan kepala Allah atas keluarga dan anak-anaknya, dengan harapan bisa menjadi anak yang pintar dan saleh layaknya almarhum ulama yang makamnya diziarahi.
Aminah terlihat membasuh kepala. Foto: Turmuzi
“Ziarah ke makam ulama besar bagi kami biasa dilakukan usai lebaran, bahkan di hari tertentu juga kerap dilakukan, berdoa diberikan keselamatan dan keberkahan,” kata Aminah, warga Desa Sakra, Kabupaten Lombok Timur saat melakukan ziarah makam di pemakaman raja dan ulama Selaparang, Jumat (30/6/2017).
Menurut Aminah, melakukan ziarah dan melakukan doa ke makam ulama besar terutama yang dianggap telah menjadi wali diyakini akan lebih cepat terkabul, karena ulama sendiri termasuk sosok yang dinilai lebih alim dan dekat dengan Allah SWT.
Wajar kemudian banyak di antara warga masyarakat banyak melakukan ziarah ke pemakaman ulama besar, memanjatkan doa seraya berharap apa yang diajarkan bisa cepat terkabul.
Rahman, warga lain mengatakan, melakukan ziarah ke pemakaman ulama besar atau wali, biasanya diawali dengan mendoakan almarhum ulama yang telah meninggal, kemudian dilanjutkan dengan zikir dan doa untuk keluarga peziarah sendiri.
“Acara paling akhir adalah menabur bunga di atas pusaran pemakaman ulama atau wali yang dikeramatkan, kemudian membasuh muka anak atau orang dewasa, sambil menyampaikan harapan yang diinginkan,” pungkasnya.
Lihat juga...