BOJONEGORO – Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan harga sejumlah komoditas di daerah itu stabil, bahkan untuk komoditas tertentu cenderung turun karena melimpahnya pasokan di sejumlah pasar tradisional.
“Permintaan komoditas menjelang Hari Raya Idul Fitri meningkat, tetapi pasokan juga melimpah,” kata Kepala Dinas Perdagangan Bojonegoro Basuki di Bojonegoro, Selasa.
Dengan melimpahnya pasokan komoditas, lanjut dia, harga cenderung stabil, bahkan untuk komoditas tertentu justru mengalami penurunan.
Ia menyebutkan pemantauan harga komoditas dilakukan di Pasar Kota, Pasar Banjarjo, keduanya di Kecamatan Kota dan Pasar Dander di Kecamatan Dander.
“Dari 19 bahan pokok di Bojonegoro yang dipantau di sejumlah pasar tradisional, di antaranya, sembilan bahan pokok harganya turun,” kata dia menjelaskan.
Sesuai data harga komoditas yang menurun yaitu bawang merah dari Rp27.000 per kilogram menjadi Rp25.000 per kilogram, bawang putih dari Rp38.000 per kilogram menjadi Rp34.000 per kilogram.
Sedangkan cabai tampar dari Rp24.000 per kilogram menjadi Rp18.000 per kilogram dan beras jenis IR 64 dari harga Rp8.500 per kilogram turun menjadi Rp8.000 per kilogramnya.
Ia juga menjelaskan ada satu bakan pokok yang terpantau mengalami kenaikan yaitu kedelai lokal dari Rp8.500 menjadi Rp9.000 per kilogram.
Menurut dia, secara umum harga bahan pokok di sejumlah pasar stabil seperti gula pasir Rp12.500 per kilogram, daging sapi Rp100.000 per kilogram dan cabai biasa Rp20.000 per kilogram.
“Melihat perkembangan harga komoditas menjelang Hari Raya Idul Fitri cenderung turun. Ya berarti inflasi pengaruh kebutuhan pokok tidak terjadi,” katanya.
Menjawab pertanyaan apakah ada pasar murah, ia menegaskan pemkab tidak akan menggelar pasar murah, setelah melihat harga komoditas tidak mengalami gejolak.
“Pasar murah digelar kalau ada komoditas yang mengalami gejolak harga, seperti gula yang naik tajam menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun lalu,” ucapnya. (Ant)