SELASA, 6 JUNI 2017
BALIKPAPAN — Sedikitnya 8 posko kesiapsiagaan Basarnas Balikpapan akan didirikan pada H-10 hingga Hari+10 hari raya Idul Fitri tahun ini. 8 posko itu tersebar di sejumlah titik wilayah Kalimantan Timur dan Utara dengan menurunkan 65 personil tim Basarnas, dibantu organisasi kemasyarakatan dan TNI.
![]() |
| Mujiono, Kepala Kantor Basarnas Balikpapan dan saat Direktur Komunikasi Basarnas Pusat tinjau perlengkapan kantor Basarnas Balikpapan |
Kepala Basarnas Balikpapan, Mujiono menjelaskan, posko didirikan di lokasi rawan terjadi musibah pelayaran dan diperlukan pertolongan. “Ada 8 titik, dan kalau ditotal ada 10 posko tersebar di wilayah Kaltimra, mengingat areanya sangat luas. Upaya respon time harus terus dilakukan,” ucapnya usai sosialisasi deteksi dini di Kantor Basarnas Balikpapan, Selasa (6/6/2017).
Menurut Mujiono, posko yang didirikan di antaranya Kabupaten Nunukan terdapat tiga posko yakni Tunon Taka, Sungai Jepun, Pantai Etching. Kota Tarakan juga terdapat tiga posko yaitu Bandara Kuala, pantai Amal, Tidak. Kota Bontang posko ada di simpang Bontang, Pelabuhan Kenyamukan, simpang empat jalan Pelangi.
“Posko juga sampai wilayah Kutai Timur. Dan Balikpapan sendiri ada 5 posko yakni Pelabuhan Semayang, Bandara Sepinggan, Pantai Manggar dan Lamaru, Km 8 dan jalur ke Samarinda,” sebutnya didampingi Kepala Seksi Operasi Octavianto.
Ia mengaku minimnya personil dan luas area bukan menjadi kendala dalam kesiapsiagaan dan melakukan pertolongan dengan respon time. Karena, pihaknya juga dibantu tim lainnya dari organisasi kemasyarakatan dan TNI.
“Memang di wilayah Kaltimra luas, tapi itu bukan jadi kendala. Sehingga kami terus melakukan dan berupaya respon time dalam pertolongan dengan mengerahkan tim yang ada dan peralatan,” ujar Mujiono.
Selain itu untuk wilayah Balikpapan, pihaknya menambahkan, kesiapsiagaan di Kantor Basarnas dilakukan 24 jam dan siaga juga dilakukan untuk bencana banjir serta longsor.
“Untuk Teluk Balikpapan, kami juga kerahkan KN Wisanggeni,” tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan data yang dimiliki Basarnas untuk musibah yang terjadi pada 2016 lalu di Kaltim dan Kaltara didominasi musibah pelayaran dengan jumlah 45 kejadian dengan korban selamat 798 orang dan 42 korban meninggal serta 11 orang dinyatakan hilang. Sedangkan untuk bencana alam 2 kejadian namun nihil korban baik meninggal maupun yang dinyatakan hilang. {Ferry Cahyanti / Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti}
Source: CendanaNews
