Berawal dari Hobi, Dua Wanita Ini Sukses Berbisnis Homemade

JUMAT, 16 JUNI 2017

SEMARANG —  Homemade merupakan usaha rumahan dengan modal kecil dan bisa dijalankan di rumah sendiri. Bisnis homemade biasanya berawal dari hobi membuat suatu karya atau kerajinan tangan yang kemudian disadari ternyata hasil karya tersebut memiliki nilai jual yang bisa dipasarkan.

Itni Linorita

Pengusaha homemade, Itni Linorita, mengakui, bahwa bisnis homemade yang dia geluti bersama ibunya ini, awalnya hanya sebuah hobi membuat bros hijab untuk dia sendiri dan keluarganya. Dirinya sama sekali tidak terpikirkan untuk membuat bisnis sungguhan dari hobinya tersebut. Namun, semakin banyak orang yang tertarik, bahkan berniat membeli, membuat dirinya dan ibunya mulai menerima pesanan pembuatan bros hijab.

“Karena semakin banyak orang yang tanya dan ingin punya bros-bros itu, maka akhirnya saya dan mamah saya mulai menerima pesanan pembuatan bros-bros hijab dari orang-orang terdekat. Lambat laun kami melihat ada peluang besar untuk mengembangkan usaha ini, sehingga kami membuat brand  dan mulai memasarkannya melalui instagram dan market place lainnya,” imbuh perempuan yang akrab dipanggil Itni.

Bisnis homemade membutuhkan skill khusus dan kreativitas yang cukup tinggi untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Usahanya menghasilkan produk berupa bros hijab, head band baby dan anak, head band pesta atau wisuda, suvenir berupa bros kecil, dan juga sampul Al Qur’an. Dengan produk-produk yang dihasilkan tersebut tentu proses produksinya tidak sebentar.

Keterbatasan modal dan keterbatasan sumber daya untuk melakukan marketing, diakali Itni dengan menggunakan sistem pre order. Pre order sendiri artinya para pelanggan harus memesan dulu produk yang dinginkannya, kemudian baru dilakukan proses produksi. Jangka waktu proses produksi biasanya disepakati oleh kedua belah pihak, penjual dan pembeli. Jangka waktu proses produksi tidak sebentar, tapi bisa membutuhkan waktu berhari-hari.

“Kami masih menggunakan sistem pre order karena selain keterbatasan sumber daya marketing, banyak juga pelanggan yang sering meminta custom pada produk tertentu. Misalnya, untuk head band hijab, biasanya pelanggan meminta custom warna atau ukuran untuk menyesuaikan baju dan hijabnya. Karena itu, meskipun pelanggan harus menunggu waktu produksi yang lama, namun hal itu tidak menjadi sebuah masalah. Kecuali di bazar-bazar biasanya kami membawa produk yang on stock,”uUjar Itni saat ditemui, Jumat (16/6/2017).

Itni sendiri mengaku bahwa bisnisnya kini sudah berjalan selama 2 tahun. Dalam 2 tahun ini perkembangannya cukup pesat, hingga kini omzetnya sudah mencapai 2-4 juta/bulan, dan omzetnya bertambah jika menjelang Lebaran dan musim nikah. Produk usahanya sudah banyak dikenal baik di nasional maupun internasional, pelanggannya ada yang berasal dari Tarakan, Singapura, dan Malaysia.

Andrea Yuliana

Sama halnya dengan Itni, seorang perempuan bernama Andrea Yuliana juga memulai bisnis homemadenya berawal dari hobi dan kesukaannya. Andrea mengatakan, awalnya dia suka dengan boneka kemudian dia belajar merajut, akhirnya merajut menjadi salah satu hobi favoritnya. Dengan hobi merajut inilah dia menghasilkan banyak boneka.

“Saya sangat suka dengan boneka, saya pikir akan lebih menyenangkan jika bisa membuat boneka kesukaan saya sendiri sehingga saya memutuskan untuk belajar merajut. Beberapa kali hasil boneka rajutan saya, saya perlihatkan ke orang-orang terdekat. Dan saya mendapat masukan dari mereka untuk memasarkan boneka rajut dan menjadikannya bisnis,” ujar Andrea.

Andrea sendiri memasarkan produknya melalui media sosial dengan membuat brand Keong Crochet. Bisnis Keong Crochet sendiri sudah berjalan selama satu tahun. Dalam pekermbangannya produk yang dihasilkan saat ini, tidak hanya boneka saja, tapi juga dompet, topi, tempat handphone dan lain-lain.

“Kesenangan menjalankan bisnis Keong Crochet saya selain hobi, adalah bisnis ini tidak membutuhkan modal  yang banyak. Saat ini pun sistem penjualan yang saya gunakan masih pre order. Pertama, karena keterbatasan modal untuk melakukan stok. Kedua, karena biasanya produk yang diinginkan pelanggan berbeda-beda. Sejauh ini ini omzet bisnis Keong Crochet pelan-pelan mengalami kenaikan,” imbuh Andrea. {Khusnul Imanuddin/Satmoko/Foto:Khusnul Imanuddin}

Source: CendanaNews

Lihat juga...