Arus Mudik di Lampung jadi Berkah Pedagang dan Juru Parkir
LAMPUNG — Arus kedatangan pemudik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat, terus menunjukkan kenaikan pada H-67 Lebaran 1438 Hijriyah. Ratusan kendaraan yang baru turun dari sejumlah kapal di Bakauheni untuk melanjutkan perjalanan ke sejumlah kota di Pulau Sumatera, terlihat merupakan kendaraan dengan nomor polisi luar daerah, seperti Plat B,D,F hingga L serta luar wilayah Sumatera.
Sebelum melanjutkan perjalanan, sejumlah kendaraan memilih beristirahat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), salah satunya di SPBU 24.355.85 Kilometer 01 Bakauheni, SPBU 24.355.64 Garuda Hitam, SPBU Simpang Raya Sukabaru 24.355.108, SPBU Coco 21.101.02 Desa Kekiling dan lainnya.
Pengelola Spbu 24.355.85, Nugroho, mengatakan, sebagian besar pemudik memilih beristirahat di SPBU sembari mengisi bahan BBM sebelum menempuh perjalanan jauh ke sejumlah kota di Sumatera. Selain itu, pemeriksaan kondisi mesin kendaraan,tekanan ban kendaraan roda empat maupun roda dua serta memberi kesempatan kepada penumpang untuk memanfaatkan fasilitas toilet. Ramainya pemudik yang berhenti sejenak tersebut dimanfaatkan oleh pedagang musiman, tukang parkir musiman yang sebagian merupakan warga sekitar SPBU.
“Peluang usaha bagi masyarakat yang memanfaatkan momen arus mudik sudah berlangsung dari tahun ke tahun dan kita beri kesempatan kepada mereka, dengan catatan ikut menjaga kebersihan dan keamanan bagi pemudik,” ungkap Nugroho, saat dikonfirmasi melalui pesan BBM, Senin (19/6/2017), pagi.
Pedagang yang berjualan makanan dan minuman ringan di SPBU tersebut sebagian didominasi oleh kaum ibu rumah tangga yang membuat tenda-tenda darurat dari bambu, dan sebagian hanya beralaskan tikar. Sebagian bahkan dibantu sang suami yang juga bekerja sebagai juru parkir dadakan dan membantu kendaraan yang akan keluar masuk ke Jalan Lintas Sumatera.
Eni, pedagang musiman yang sudah berjualan sejak tiga tahun terakhir setiap arus mudik lebaran, mengaku berjualan makanan dan minuman ringan dengan omzet per hari mencapai Rp300-500 ribu per hari. Wanita yang sehari-hari memiliki warung di desanya memilih berjualan di SPBU, memanfaatkan momen arus mudik yang terjadi setahun sekali. Saat arus mudik hingga arus balik, ia bahkan mengaku bisa berjualan makanan dan minuman ringan di SPBU dengan omzet jutaan rupiah.
Berkah yang sama juga dialami Amir, sang suami yang sembari membantu sang istri berjualan menjadi juru parkir musiman. Meski hanya mendapatkan uang dari kendaraan roda empat mulai Rp2.000 hingga Rp5.000, dirinya bisa mengantongi uang Rp300.000 per hari dengan sistem pembagian waktu bersama rekan lain.
“Kami sudah kerjasama dengan pihak SPBU, dengan catatan jangan sampai ada kehilangan barang di kendaraan, atau bahkan aksi kejahatan, karena bisa merusak citra SPBU yang menjadi tempat parkir,” terang Amir.
Pekerjaan yang hanya dilakukan saat arus mudik dan arus balik tersebut, diakuinya menjadi sebuah pekerjaan sambilan laki-laki yang bekerja sebagai tukang ojek pangkalan tersebut.
Dibandingkan menunggu penumpang yang akan mengojek, ia mengaku memilih menjadi juru parkir dengan kendaraan yang mampir di SPBU. Pekerjaan musiman tersebut bahkan menjadi pekerjaan beberapa warga lain di sekitar SPBU selama arus mudik dan balik berlangsung.
Beberapa pemudik yang memilih beristirahat di SPBU, di antaranya Doni, mengaku memilih istirahat di SPBU sembari memeriksa kendaraan roda dua yang akan membawanya ke Kota Metro. Selain istirahat setelah menyeberang dari Pelabuhan Merak Banten, dirinya masih sempat memeriksa kondisi motor sekaligus mengisi bahan bakar untuk perjalanan ratusan kilometer yang akan ditempuhnya ke kampung halaman.
“Kita kerap istirahat dulu di SPBU sebelum melanjutkan perjalanan, karena tempatnya nyaman, dengan fasilitas toilet dan juga bisa menambah angin secara gratis,” ungkapnya.
Selain pedagang musiman dan juru parkir musiman, beberapa penyedia jasa tambal ban serta tambah angin nitrogen juga mulai banyak tersedia di sekitar SPBU sepanjang Jalan Lintas Sumatera selama arus mudik. Selain menyediakan jasa tambah angin, tambal ban sebagian juga menyediakan pelayanan jasa servis kendaraan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat milik pemudik. (Henk Widi)