GORONTALO — Provinsi Gorontalo mendapat tambahan 183 Guru Garis Depan (GGD) yang akan ditempatkan di tiga kabupaten, yaitu Boalemo, Gorontalo Utara dan Pohuwato.
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, mengaku bersyukur atas tambahan 183 guru yang ditempatkan di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), serta berharap mereka betah menempati lingkungan kerja yang baru.
“Program ini sangat bagus, apalagi guru-guru ini direkrut langsung oleh pemerintah pusat. Namun kami berharap ketulusan dan keikhlasan mereka untuk mengajar dan betah tinggal di Gorontalo,” katanya saat menggelar Halal bi Halal dengan Dinas Kebudayaan Pendidikan dan Olahraga provinsi Gorontalo serta sejumlah guru tingkat SMA/SMK, Kamis (29/6/2017).
Menurutnya, biasanya orang dari wilayah ramai atau dari pedesaan mungkin bosan mengajar di wilayah terpencil, kemudian dengan berbagai alasan biasanya guru minta pindah ke ibu kota kabupaten atau wilayah perkotaan.
Ia menegaskan pihaknya tidak akan memindahkan guru, terlebih pindah jabatan dari fungsional sebagai guru ke struktural karena hal itu yang menyebabkan daerah terpencil menjadi kekurangan guru.
“Hampir semua daerah di Indonesia persoalah kebutuhan guru tidak pernah terpenuhi, persoalan minta pindah jabatan ini juga mempengaruhi penyebaran guru menjadi tidak merata,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pada dasarnya kebutuhan guru bisa terpenuhi atau cukup, akan tetapi ketika guru sudah berstatus 100 persen CPNS kemudian beralih jadi struktural.
“Padalah sebelumnya ketika mereka masuk mendaftar itu mengisi formasi guru atau fungsional,” imbuhnya.
Ia menambahkan, ketika dirinya menjabat Bupati Gorontalo Utara tidak ada satupun guru yang diperbolehkan pindah ke struktural atau pindah keluar daerah karena akan sangat berdampak pada pemerataan guru. [Ant]